Anggaran Pembangunan Dipangkas Rp181 Miliar

Petugas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memeriksa suhu badan para pengendara di Terminal Kadubanen yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Minggu (17/5).

Untuk Atasi Corona

PANDEGLANG – Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2020 berubah. Hal itu terjadi akibat adanya pengurangan anggaran pembangunan sebesar Rp181 miliar akibat dampak pandemi corona.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin mengakui adanya perubahan postur pada APBD tahun ini. Kata dia, hal itu terjadi akibat adanya penarikan dana bantuan oleh Pemerintah Pusat. “Anggaran kita berkurang Rp181 miliar. Pengurangan itu untuk mengatasi persoalan corona. Kalau kita tidak mengurangi kegiatan di semua OPD, kita akan gagal bayar. Sedangkan refocusing hanya Rp59 miliar untuk penanganan covid. Dana itu dari bankeu Pemprov Rp55 miliar, kemudian sisanya dari APBD melalui dana BTT (Biaya Tidak Terduga),” katanya.

Pery menerangkan, bankeu Pemprov Banten untuk Kabupaten Pandeglang sebesar Rp55 miliar awalnya diproyeksikan untuk pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Namun, dialihkan untuk mencegah dan mengatasi wabah corona di Kabupaten Pandeglang. “Bankeu Rp 55 miliar itu digunakan untuk penanganan dampak kesehatan dikelola oleh RSUD Berkah Pandeglang, Dinas Kesehatan dan BPBD dengan total anggaran Rp32,272 miliar,” katanya.

Lebih lanjut Pery menerangkan, dana bankeu juga dipergunakan untuk penanganan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebesar Rp658 juta yang dikelola Dinas Koperasi dan UMKM. “Kemudian digunakan penanggulangan dampak ekonomi ini kebanyakan bagi pengusaha UMKM. Mekanismenya jumlah UMKM yang memiliki legal formal, tidak melakukan PHK kepada pegawainya, mengalihkan usaha ke sektor lain, dan lainnya. Sedangkan untuk Disperindag dialokasikan anggaran Rp160 juta bagi pengusaha industri kreatif,” katanya.

Pery mengatakan, alokasi dana terbesar penanganan wabah corona di Pandeglang ada di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang dengan nominal sebesar Rp21 miliar lebih. Dana itu, kata dia, dipergunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak corona, khususnya dibidang ekonomi. “Terbesar di Dinsos sampai Rp21 miliar lebih. Dana itu digunakan untuk jaringan sosial masyarakat yang dikelola oleh Dinsos. Dana itu digunakan untuk membantu masyarakat yang kena dampak corona,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi menyarankan agar pemberian bantuan kepada masyarakat dilakukan dengan baik agar tepat sasaran. Soalnya, kata dia, saat ini banyak warga Pandeglang yang terkena dampak akibat corona, khususnya di bidang perekonomian. “Sebaiknya dana itu digunakan dengan baik dan sepenuhnya dipergunakan untuk membantu masyarakat. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran, karena bisa menyakiti hati warga,” katanya. (dib/ibm)