Anggaran Pembangunan Jalan Berkurang

Ilustrasi (JPNN).

PANDEGLANG – Anggaran pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang tahun 2019 berkurang hingga Rp80 miliar. Akibat hal itu, rencana percepatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang diprediksi bakal tersendat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro mengakui adanya pengurangan anggaran pembangunan tersebut.

Kata dia, hal itu terjadi karena APBD Kabupaten Pandeglang terbatas, dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Tahun ini kita hanya bisa membangun 28 kilometer jalan, karena anggaran kita berkurang Rp80 miliar, dari Rp196 miliar tahun 2018, sekarang hanya Rp110 miliaran,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Girgi memastikan, anggaran tersebut sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur jalan. “Teknis pembangunan jalannya ada yang hotmix, ada juga yang beton. Sekarang kita juga melakukan penjajakan dengan Pusjat (Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan), karena ada konstruksi yang baru dan lebih murah, tetapi kualitasnya sama dengan beton yang kita bangun,” katanya.

Ditanya jalan milik Pemkab yang kondisinya sudah bagus, Girgi mengaku sebagian besar ruas jalan milik Pemkab Pandeglang dalam kondisi bagus. “Secara keseluruhan panjang jalan yang menjadi tanggung jawab kita 691,66 kilometer. Sedangkan jalan dengan kondisi bagus sudah 48 persen, sisanya tergantung ketersediaan anggaran. Kita inginnya cepat, tetapi kita juga tahu diri anggaran kita terbatas,” katanya.

Menurut Girgi, Pemkab memerlukan anggaran yang besar agar semua ruas jalan dalam kondisi bagus. “Kalau kita konstruksinya beton butuh Rp1,1 triliun agar semua ruas jalan di Pandeglang kondisinya bagus. Karena anggaran kita terbatas, makanya pembangunan kita lakukan secara bertahap,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Erin Fabiana menyarankan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengoptimalkan sumber pendapatan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah.

“Harus bisa dioptimalkan semua sumber pendapatannya. Dengan begitu, anggaran untuk pembangunan juga bisa bertambah,” katanya. (dib/zis)