Anggaran Penyertaan Modal ke PDAM Tirta Multatuli Dipangkas Rp11 Miliar

0
846 views
Direktur PDAM Tirta Multatuli berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya.

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memangkas anggaran penyertaan modal untuk PDAM Tirta Multatuli sebesar Rp11 miliar. Anggaran penyertaan modal ke perusahaan daerah ini tersisa Rp4 miliar untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tiga kecamatan.

Direktur PDAM Tirta Multatuli Oya Masri mengatakan, pada APBD 2020 perusahaan yang dipimpinnya mendapat alokasi anggaran penyertaan modal Rp15 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menyambungkan jaringan PDAM kepada 5.000 masyarakat berpenghasilan rendah di beberapa kecamatan di Lebak. Namun, karena terjadi bencana non alam Covid-19, dana penyertaan modal terkena refocusing.

“Iya, anggaran penyertaan modal yang diberikan Pemkab Lebak terkena refocusing. Awalnya kita dikasih Rp15 miliar untuk penambahan 5.000 sambungan rumah (SR). Tapi sekarang hanya tersisa Rp4 miliar untuk 1.350 SR,” kata Oya Masri di ruang kerjanya, Jumat (10/7).

Manajemen PDAM, lanjutnya, akan mengoptimalkan anggaran penyertaan modal untuk penambahan SR di Kecamatan Rangkasbitung, Maja, dan Sajira. Dia berharap, kegiatan pemasangan sambungan rumah berjalan dengan baik dan lancar, sehingga 1.350 kepala keluarga di tiga kecamatan bisa menikmati air bersih dari PDAM.

“Sekarang jumlah pelanggan PDAM di Lebak sebanyak 41.648 KK. Pada akhir tahun nanti jumlah pelanggan akan mencapai 43.000 lebih,” ujarnya.

Terkait gangguan pelayanan, Oya komitmen akan berupaya melakukan perbaikan untuk memberikan layanan maksimal terhadap pelanggan. Walaupun di masa pandemi seperti sekarang penerimaan PDAM mengalami penurunan. Bahkan, pelanggan yang bayar tagihan kurang dari 60 persen dan akhirnya menjadi piutang.

“Saya dan rekan-rekan di manajemen terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Semoga ke depan, pelayanan akan lebih baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” harapnya. (Mastur)