Anggota DPRD Dapil IV Dianggap Tak Mampu Perjuangkan Aspirasi Warga

Pandeglang
Jalan Desa Bulagor-Bojongkondang yang kerap tergenang. (Foto: Herman)

PATIA – Kekesalan masyarakat daerah pemilihan (dapil) IV (Kecamatan Carita, Labuan, Pagelaran, Patia, dan Sukaresmi) kepada para Wakil Rakyat asal daerahnya sudah pada puncaknya. Mereka meragukan kepedulian para anggota Dewan-nya itu, karena setiap kali usulan pembangunan jalan, jembatan, dan gedung sekolah belum pernah terealisasi. Padahal, usulan pembangunan itu dilakukan sesuai proses, yakni melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) baik tingkat desa maupun kecamatan.

Agus Munawir, warga Desa Bulagor, mengaku kesal atas ketidakpedulian para Wakil Rakyat tersebut. Menurutnya, warga tiga desa di Kecamatan Pagelaran, yakni warga Desa Bulagor, Sukadame, dan Kertasana sudah tidak lagi respek terhadap janji Dewan karena rencana pembangunan sejumlah ruas jalan yang dijanjikan akan dibangun tahun ini satu pun tidak ada yang masuk. Padahal, sudah disetujui ketika Musrenbang tahun lalu. “Sudah tahu Desa Bulagor tertinggal, tapi kenapa Jalan Bulagor-Bojongkondang sepanjang tiga kilometer dan Jembatan Cijango yang ambruk pada tahun lalu tidak dimasukkan dalam pembangunan? Sudahlah, kami kecewa dengan kinerja Dewan di sini,” ujarnya, Selasa (1/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Bulagor Enting. Ditemui di kantornya, ia mengaku kecewa terhadap kinerja semua anggota Dewan dapil IV lantaran tidak mampu menyuarakan aspirasi masyarakat dengan baik. “Jelas kami kecewa akibat tak satu pun usulan pembangunan yang terealisasi di tahun ini. Percuma kami dan masyarakat melaksanakan partisipasi pemilihan jika tidak menguntungkan bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengancam, seandainya pada 2017 di Desa Bulagor tidak ada kegiatan pembangunan, dirinya dan masyarakat akan melakukan aksi boikot program Dewan. “Khusus dalam kegiatan Musrenbang,” katanya.

Kepala Desa Kertasana Uhadi mengatakan serupa bahwa usulan dirinya pada tahun sebelumnya tidak ada yang direalisasi pada tahun ini. “Kalau dilihat dari usulan banyak, seperti ruas Jalan Kapinango-Kadudampit sepanjang tiga kilometer yang setiap musim hujan selalu terendam,” ungkapnya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Pagelaran Holil MZ tak membantah bahwa banyak usulan yang disampaikan dalam Musrenbang tidak terealisasi di tahun ini. Hal tersebut diduga terjadi akibat tidak adanya pengawalan yang dilakukan oleh anggota DPRD dari dapil IV. “Kalau tidak ada pengawalan dari Dewan, beberapa kali Musrenbang usulan tidak akan direalisasi,” tuturnya.

Menyikapi tudingan tersebut, anggota DPRD dari dapil IV Dede Sumantri membantah tudingan bahwa ia bersama sejumlah anggota Dewan lainnya tak melakukan upaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Jadi, pada 2015 lalu di tiga desa tersebut usulannya dilakukan pada masa pjs kepala desa. Setelah kami cek, dari usulan prioritasnya tak ada seperti usulan yang seharusnya skala prioritas infrastruktur, malah yang diusulkan seperti pembangunan gedung PAUD (pendidikan anak usia dini). Sementara, Jembatan Cijango ambrukanya setelah Musrenbang 2015 dilakukan,” kilahnya. (RB/mg-05/zis/dwi)