Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sidak Penyaluran BPNT

0
1.314 views
Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

TANGERANG – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang mulai turun. Penerima mengambil paket pangan di Aula Kantor Desa Kadu. Padahal secara prosedur dilakukan melalui e-warung yang berlogo mitra Bank BRI. Hal ini menjadi buah pertanyaan dewan yang melakukan sidak.

 Pantauan di dalam Aula Desa Kadu sudah ada tumpukan beras, apel, daging ayam dan telur. Penerima manfaat terlebih dahulu menghadap kasir yang sudah menyiapkan mesin gesek ATM Online, dimana sudah ada tumpukan kartu penerima manfaat BPNT. Hal ini menjadi perhatian dan temuan anggota dewan yang nantinya akan dijadikan evaluasi.

Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) atau pendamping penerima BPNT Desa Kadu, Yayan Nurhayati mengatakan, jumlah paket sembako yang disalurkan sebesar Rp200 ribu setiap penerima. Adapun jumlah penerima sebanyak 150 orang di Desa Kadu. Ia mengaku kaget tidak menyangka penyaluran BPNT didatangi anggota dewan.

“Eh, ibu, bapak, saya kira wartawan banyak tanya-tanya. Maaf bu, saya tidak menyangka ada ibu dewan. Soalnya mengenakan masker. Tahu dari  awal saya minta foto bu. Maaf. Ini kita sedang menunggu penerima datang bu ke sini. Kita sengaja di Aula biar mudah di jangkau oleh penerima bantuan. Saya pastikan tidak ada satu kepala keluarga menerima dua bantuan atau terdaftar dua orang setiap kartu keluarga. Saya pastikan itu tidak ada di sini,” jelasnya usai menjawab pertanyaan dewan, Kamis (7/5).

nggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Demokrat, Nonce Thendean mengatakan, masih ada petugas yang tidak mengenakan masker padahal saat ini sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurutnya, rentan terjadi penyimpangan apabila penerima manfaat mengambil bantuan bukan di e-warung mitra Bank BRI.

“Tadi saya tanyakan kepada kader PSM. Ia mengaku hanya mengurusi BPNT dan tidak dengan program keluarga harapan (PKH). Ini nanti jadi bahan evaluasi kita. Bagaimanapun alasannya aturan tetap ditegakkan. Dimana penerima manfaat mengambil paket sembako di E-Warung yang sudah ditunjuk pemerintah. Kita akan gencarkan ini. Rawan akan penyelewengan dan konflik sosial di masyarakat. Tadi ibu yang tanya saja mengaku tidak diberitahu akan ada pencairan bantuan,” jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP Ahmad Supriyadi mengatakan, penerima bantuan menerima apel dua buah, satu kilogram telor, 10 kilogram beras dan satu kilogram daging ayam. Ia menegaskan, menyoroti tempat pencairan paket bantuan di Aula Desa Kadu, Kecamatan Curug.

“Kita akan jadikan bahan evaluasi karena banyak yang harus kita bahas hasil dari sidak kali ini. Kita ke sini atas nama dewan dari Dapil 5 yang mencakup Kecamatan Curug, Panongan dan Cikupa. Ini perlu menjadi perhatian komisi yang bersangkutan. Kalau ada penyelewengan harga telur saja atau pengurangan telur satu butir saja itu sudah termasuk tindak pidana. Tadi saya lihat juga tidak ada timbangan di lokasi. Daging ayamnya nampak tidak terlalu segar. Ini perlu banyak dievaluasi pemerintah,” jelasnya. (sep/mas)