Angin Kencang dan Hujan Deras Landa Banten

Puting Beliung
Pohon menimpa rumah milik Suryanah di Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Minggu (20/12/2015). Suryanah tewas di dalam kamar saat menyusui anaknya. Sementara suami dan anaknya selamat. (Foto: Nizar)
IBU MUDA TEWAS TERTIMPA POHON

SERANG – Di Kecamatan Kragilan, seorang ibu muda, Saryanah (18), tewas setelah tertimpa pohon. Sementara di Kecamatan Carenang, seorang warga tewas disambar petir. Itu akibat angin kencang disertai hujan deras yang melanda kawasan Banten akhir-akhir ini.

Saryanah merupakan warga Kampung Luwung Semut RT 01 RW 01, Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, tewas di tempat kejadian karena tertimpa pohon kedondong setinggi 10 meter saat menyusui anaknya di dalam rumah, Minggu (20/12/2015) pukul 14.00 WIB. Anaknya yang berusia sembilan bulan, Rifki, selamat dari kejadian nahas itu dan hanya mengalami luka ringan.

Suami korban, Risam (20) menceritakan, saat kejadian Kragilan diguyur hujan deras. Saryanah di dalam kamar sedang menyusui sementara Risam di dapur. “Kejadiannya kemarin sore (Minggu), tiba-tiba pohon roboh dan menimpa istri saya. Pohonnya besar sehingga saya minta tolong ke tetangga. Anak saya selamat dan sudah dibawa ke puskesmas. Sementara istri tidak dapat diselamatkan,” tutur Risam, Senin (21/12/2015). Jenazah Saryanah dimakamkan di pemakaman setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKB Abdul Gofur ikut menyaksikan proses evakuasi korban. “Kita ikut prihatin atas kejadian yang menimpa Ibu Saryanah,” ujarnya.

Di Kecamatan Carenang, korban tewas atas nama Suhwendra (22), warga Kampung Tegalsari, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Ia meninggal akibat tersambar petir, Senin (21/12/2015) pukul 15.00 WIB. Korban tersambar petir bersama saudara kembarnya yang selamat yaitu Rakuti (22) dan Oom (40) warga Kampung Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, saat beristirahat setelah menggarap sawah.

Suhwendra meninggal setengah jam kemudian setelah Rakuti dan Oom membawa korban dari lokasi kejadian ke rumah. Sedangkan korban selamat, Rakuti luka di bagian pinggang dibawa ke Puskesmas Carenang sementara Oom tidak mengalami luka.

Rakuti mengatakan, saat kejadian turun hujan dan angin kencang. “Petir menyambar mengakibatkan saya dan Oom terpental hingga dua meter sedangkan korban terguling dengan kondisi setengah badan hitam seperti kesetrum,” ujar Rakuti kepada Radar Banten di rumahnya, Senin (21/12/2015).

Kepala Desa Walikukun Asep Fathurrohman mengatakan, korban adalah anggota BPD yang aktif membantu terealisasinya program kerja desa. “Orangnya enak diajak diskusi dan peka terhadap permasalahan desa,” katanya.

Ia mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas saat ada angin dan petir. “Saat ini warga memang sedang menggarap sawah, tapi apa salahnya saat petir kegiatan dihentikan sementara,” katanya.

PUTING BELIUNG

Sejak Minggu (20/12/2015) hingga kemarin (Senin, 21/12/2015), kawasan Banten memang dilanda angin kencang (puting beliung). Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, ada 18 rumah yang hancur diterjang puting beliung pada Minggu (20/12/2015) di Kampung Nambo, Desa Cibodas. Sebanyak 250 rumah rusak ringan dan 20 rumah rumah rusak berat di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara.

Di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, kerusakan juga menimpa SDN Sukamanah, tepatnya di Kampung Secaba. Di Kampung Sukamaju, Desa Tanara, enam rumah rusak ringan. Selanjutnya, satu rumah rusak ringan, satu mobil rusak berat, dan tiga motor rusak akibat tertimpa pohon di Desa Pagandikan, Kecamatan Lebakwangi, tepatnya di Kampung Bangkir. Satu rumah juga mengalami rusak akibat tertimpa pohon di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang.

putingbeliung22des15_2“Rata-rata rumah rusak di bagian atap seperti genteng jatuh,” ungkap Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Denny Haryadi saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Senin (21/12/2015).

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin puting beliung yang bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tri Tjahjo mengatakan, perubahan cuaca dari cerah ke berawan yang secara tiba-tiba memicu hujan disertai petir dan angin kencang. “Potensi puting beliung sangat memungkinkan khususnya di wilayah bagian selatan,” kata Tri. (RB/zai-mg15-mg14/alt/ags)