Angka Kemiskinan Diklaim Menurun, Penerima Rastra Berkurang

0
407 views

SERANG – Jumlah penerima beras untuk keluarga sejahtera (rastra) di Kabupaten Serang berkurang. Dari 59.243 rumah tangga sasaran (RTS) menjadi 53.427 RTS pada 2017 atau berkurang 5.816 RTS. Pengurangan itu mengacu hasil Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 sesuai arahan pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Toto Soegianto menyatakan, rastra tahun ini belum bisa didistribusikan kepada RTS. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan payung hukum dengan adanya perubahan peraturan bupati (perbup) kaitan penggantian nama bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) menjadi rastra. “Jumlah peneriman rastra tahun ini berkurang. Sekarang penerima rastra 53.427 RTS, hasil PBDT 2015. Per RTS tetap dapatnya 15 kilogram,” ungkap Toto yang ditemui di halaman Pemkab, Selasa (31/1).

Namun, Toto menilai, hasil PBDT 2015 belum bisa dipastikan bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan. Untuk itu, tahun ini akan menindaklanjuti dengan melakukan updating data keluarga kurang sejahtera. Toto akan melibatkan tenaga RT/RW untuk melakukan updating data. Khawatir, banyak keluarga yang tadinya miskin sekarang sejahtera atau sebaliknya. “Tapi, saya lihat masih banyak keluarga yang minta didaftarkan program JKN (jaminan kesehatan nasional) oleh BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) PBI (penerima bantuan iuran),” terangnya

Kata Toto, pihaknya juga segera melakukan koordinasi dengan para camat. Menurutnya, jajaran Dinsos sebagai leading sector peralihan dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) harus lebih proaktif.

Kuota rastra tahun ini untuk 53.427 RTS, dikatakan Toto, mencapai 9.616.860 kilogram. “Kalau kualitas beras kurang baik, jangan diterima. Sebelum dikirim ke desa, dicek oleh internal Dinsos. Tiap mau mengirim, nanti kita cek dulu berasnya. Kalau jelek, ya jangan diterima, kita kan beli, enggak gratis,” terangnya.

Toto menambahkan, di Kabupaten Serang terdapat desa yang mendapat predikat zona merah atau desa termiskin, antara lain Desa Sukasari, Kecamatan Tunjungteja. Lalu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, serta Desa Citasuk dan Batukuwung di Kecamatan Padarincang.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cinangka Rahmatullah membenarkan soal pengurangan kuota penerima rastra karena menyesuaikan dengan data PBDT 2015. “Tapi, saya tidak mengetahui persis jumlah RTS di Kecamatan Cinangka dan berapa pengurangannya,” ujarnya.

Sementara itu, TKSK Waringinkurung Mufasil belum mengetahui soal pengurangan kuota penerima rastra. “Jadi, kemungkinan masih pakai data yang dulu. Kalau beras, ya berkurang, yang seharusnya 15 kilogram per karung, malah ada yang isi 13 kilogram,” keluhnya. (Nizar S/Radar Banten)