Angkutan Pasir Overtonase Kembali Marak di Lebak

Tonase Pasir

RANGKASBITUNG – Pascacuti bersama Idul Fitri 2016, lalu lintas pengangkutan pasir basah dan overtonase kembali marak di Jalan Raya Leuwidamar dan Jalan Maulana Hasanudin. Permasalahan yang tak pernah tuntas.

Pantauan Radar Banten, Selasa (19/7), setiap menit truk pengangkut pasir basah dan overtonase melintas di dua ruas jalan tersebut. Pengangkutan pasir basah dan overtonase terlihat dari air yang menetes dari bak truk serta muatannya yang melebihi bak truk. Padahal, kesepakatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak dengan pengusaha angkutan, muatan tidak boleh melebihi bak truk.

Hapid, warga Cibeurem, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, menyatakan bahwa kondisi ini jauh berbeda dengan sebelum Idul Fitri 2016 lalu. Sebelum Lebaran, pengangkutan pasir dari penambangan pasir Cimarga sudah tertib. Tidak ada truk yang mengangkut pasir basah dan overtonase.

Namun, saat ini pelanggaran pengangkutan pasir marak. Masyarakat, tegas Hapid, kembali resah.

Untuk itu, Hapid mendesak Dishub dan Polres Lebak menindak para sopir angkutan pasir yang membandel. Sebab, kegiatan pertambangan galian C itu merugikan masyarakat.

“Satu minggu setelah Lebaran, truk pasir sudah beroperasi lagi. Mereka mengangkut pasir basah dan overtonase,” tegas Hapid.

Jalan Raya Leuwidamar dan Jalan Maulana Hasanudin sudah baik. Hapid tidak ingin dua ruas jalan strategis di Lebak itu rusak lagi gara-gara pengangkutan pasir basah dan overtonase. Pembangunan dua ruas jalan itu menghabiskan uang hasil pembayaran pajak masyarakat senilai miliaran rupiah.

“Kita harus bersama-sama menjaga agar kondisi jalan di Lebak tetap baik. Kalau angkutan overtonase masih dibiarkan melintas, kita tidak akan lama menikmati jalan mulus,” tukas Hapid.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak HM Yogi Rochmat membenarkan bahwa satu bulan sebelum Lebaran, pengangkutan pasir dari lokasi pertambangan di Cimarga sudah tertib. Saat itu, dia mengapresiasi sikap disiplin para sopir angkutan pasir.

Namun, kini sopir angkutan pasir itu kumat lagi. Dishub dan kepolisian tidak boleh tinggal diam. Dua instansi berwenang ini harus menindak para sopir angkutan pasir basah dan overtonase itu. Sopir truk-truk itu bisa dilarang melintas di Lebak.

“Sanksi tegas harus diberikan kepada pelanggar. Jangan memberikan peluang kepada para sopir untuk melakukan pelanggaran lagi,” harap politikus Partai Golkar itu.

Kepala Dishub Kabupaten Lebak Alkadri kembali berjanji akan menindak tegas sopir-sopir truk pengangkut pasir basah dan overtonase yang melintas di Jalan Raya Leuwidamar, Jalan Maulana Hasanudin, dan Jalan Cikande-Rangkasbitung. Dia memastikan, anggotanya akan langsung menilang sopir truk yang mengangkut pasir basah dan overtonase.

“Saya harap pengusaha angkutan pasir kembali tertib. Kita enggak ingin ruas jalan yang dibangun pemerintah cepat rusak,” ungkap Alkadri. (Mastur/Radar Banten)