Aniaya Pacar Gara-gara Cemburu, Andri Dipenjara Lima Bulan

0
71

SERANG – Andri Febrian (30) divonis pidana penjara selama lima bulan
dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Serang,
Selasa (16/7). Hukuman tersebut dijatuhkan karena Andri terbukti
menganiaya pacarnya sendiri, Dian Juanawati.

Penganiayaan yang dilakukan warga Taktakan, Kota Serang, itu dipicu rasa cemburu lantaran Dian menjalin komunikasi dengan pria lain.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama
lima bulan dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata
Ketua Majelis Hakim Heri Kristijanto dalam amar putusannya.

Perbuatan Andri menurut majelis hakim telah memenuhi unsur dalam
Pasal 351 ayat (1) KUHP. Perbuatan Andri telah melukai Dian sebagai pertimbangan hal yang memberatkan. Sementara
hal-hal yang meringankan, keduanya telah saling memaafkan, belum
pernah dihukum.

“Terdakwa (Andri-red) berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan berterus terang sehingga tidak mempersulit persidangan,” kata Heri dalam sidang yang dihadiri JPU Kejari Serang Nia Yuniawati dan Sih Kanthi Utami.

Perkara penganiyaan tersebut bermula pada Rabu 19 September 2018
sekira pukul 09.00 WIB di Perumahan Griya Permata Asri, Kelurahan
Dalung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Andri ketika itu berang
melihat ada panggilan telepon masuk dari Dikdik, teman kerja Dian. Curiga Dian selingkuh, Andri menanyakan langsung hubungan keduanya.
Dian menegaskan tidak ada hubungan spesial dengan Dikdik. Namun
klarifikasi itu tidak dipercaya Andri. Dia naik pitam. “Terdakwa
menjedotkan kepala Dian Juniawati sebanyak empat kali,” ucap Heri.

Andri yang sudah terbakar emosi menjambak rambut
dan memukul muka Dian dengan tangan kosong sebanyak tiga kali. Dian
yang menjadi korban kekerasan mencoba melawan. Dia mencekik Andri
menggunakan kaos dan menggigit paha kiri pacarnya itu. Dian yang
sempat terpancing emosi mengemasi pakaiannya dan meninggalkan Andri.

Tak ingin Dian pergi, Andri mencoba menghalangi korban dengan
memegang tangannya. Dian meronta dan mengambil kunci mobil. Saat
berada di depan pintu, Andri merampas kunci mobil di tangan Dian.
Andri yang masih terbakar emosi kembali memukul muka Dian menggunakan
tangan. Pukulan tersebut melukai wajah Dian karena tangan Andri sedang
memegang kunci. “Terdakwa (Andri-red) merasa iba karena korban
menangis,” kata Heri.

Sambil menangis, Dian mengambil kunci dan masuk ke dalam mobilnya.
Saat akan pergi meninggalkan lokasi, Andri kembali mencoba menghalangi
Dian dengan berdiri di depan mobil. Namun Dian tidak peduli. Dia tetap
memacu kendaraannya hingga membuat Andri terpental. “Saudari Dian
Juanawati meninggalkan terdakwa saat terjatuh,” kata Heri.

Atas vonis tersebut, Dian menyatakan menerima. Sikap yang sama
diambil JPU Kejari Serang kendati vonis lebih ringan dua bulan dari
tuntutan. “Kami menerima,” tutur JPU Kejari Serang Nia Yuniawati
menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Heri  Kristijanto. (Fahmi Sai)