Antisipasi Aksi Jemput Paksa Jenazah, Dua RS Dijaga Ketat Polisi

0
736 views
Personel Polres Serang Kota menjaga RSU Banten, Minggu (14/6).

SERANG – Rentetan aksi jemput paksa jenazah pasien Covid-19 oleh pihak keluarga terjadi di sejumlah daerah. Untuk antisipasi peristiwa serupa, RSU Banten dan RS dr Drajat Prawiranegara memperketat pengamanan.

Sejak kemarin (14/6), sebanyak 12 personel kepolisian ditempatkan di dua rumah sakit rujukan pasien Covid-19 itu. Masing-masing RS dijaga oleh enam orang aparat kepolisian.

“Kita turunkan sejumlah anggota kita untuk berjaga di dua rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi adanya pengambilan jenazah pasien Covid-19,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yunus Hadit Pranoto, Minggu (14/6).

Yunus menegaskan pengamanan akan dipertebal, bila ada ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lokasi.

“Pengamanan yang  dilaksanakan terkait adanya beberapa kejadian masyarakat mengambil secara paksa jenazah covid-19. Terkait penarikan personel tersebut belum tahu, karena sifatnya situasional,” ucap Yunus didampingi Kasubag Humas Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Badri Hasan.

Kata Yunus, pemakaman terhadap warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) harus menerapkan protokol kesehatan. “Aturannya setiap jenazah Covid-19 harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19, baik dari Provinsi Banten, dan Kota Serang,” kata Mantan Koorspripim Polda Kalimantan Barat (Kalbar) tersebut.

Sementara Badri Hasan mengimbau agar masyarakat mematuhi arahan dari tim Gugus Tugas Covid-19. “Untuk penanganan pasien Covid-19 kita serahkan kepada petugas kesehatan yang telah bekerja luar biasa dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Badri.

Selain itu, masyarat diminta menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, tidak berkerumun, menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan konsumsi makanan sehat dan bergizi,” kata Badri. (mg05/nda)