Petugas Diskoperindag Kabupaten Serang melakukan pengawasan takaran di SPBU di Kecamatan Kibin, Kamis (16/5).

SERANG – Mengantisipasi SPBU yang kurangi takaran, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang melakukan uji tera terhadap sejumlah SPBU di Kabupaten Serang, Rabu dan Kamis (15-16/5). Hasilnya, takaran bahan bakar minyak (BBM) yang dijual ke masyarakat diklaim sesuai ketentuan.

Pengawasan dan uji tera BBM di SPBU berlangsung di sepanjang jalan nasional di wilayah Kabupaten Serang. Kemarin, (16/5), Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid turun langsung mengawasi uji tera di wilayah Serang Barat.

Wahid mengatakan, uji tera dilakukan untuk memberikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan di SPBU. Apalagi, menghadapi arus mudik. “Wilayah kita ini sebagian ada di jalan nasional yang menjadi jalur arus mudik. Makanya, kita lakukan uji tera agar takarannya sesuai,” terang Wahid.

Menurutnya, baik masyarakat maupun pemilik SPBU akan mendapat keuntungan dari kegiatan uji tera. Jika takaran BBM sesuai maka SPBU tersebut akan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ditegaskan Wahid, setiap SPBU wajib memperbarui timbangan BBM setiap tahun. Sebelum jatuh tempo, pihaknya juga selalu memberikan surat teguran kepada pemilik SPBU agar segera melakukan peneraan. “Kalau sanksi memang belum ada. Tapi, kita usahakan dua bulan sebelum jatuh tempo kita peringati,” jelasnya.

Uji tera, kata Wahid, dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi yang baru dua tahun ini dialihkan ke kabupaten kota. Sebelumnya, UPT Metrologi di bawah naungan Pemprov Banten. “Karena baru dilimpahkan, kita masih kekurangan banyak peralatan, terutama peralatan berat,” katanya.

Menurut Wahid, retribusi dari UPT Metrologi berpotensi setiap tahunnya meningkat. Tahun 2018, pihaknya berhasil menyerap retribusi Rp2 miliar dari UPT Metrologi. Uji tera bukan hanya dilakukan SPBU, melainkan juga timbangan lainnya, seperti timbangan kapal, tes akademi polisi, dan lainnya. (Abdul Rozak)