Antisipasi Lonjakan Harga, Disperindag Lebak Sidak Pasar

0
473 views
Kepala Disperindag Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat (tiga dari kanan) melakukan sidak persediaan kebutuhan pokok dan mengenai harga di Pasar Rangkasbitung, Selasa (28/4).

RANGKASBITUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional, mulai dari Pasar Rangkasbitung, Maja dan Pasar Citeras, Selasa (28/4). Sidak untuk memastikan ketersediaan sembako aman selama masa pandemi virus corona atau Covid-19 di bulan Ramadan.

Hadir dalam kegiatan sidak, yakni Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Agus Reza dan jajarannya.

“Untuk saat ini stok beras cukup aman selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Begitu juga harga sejumlah komoditi, rata-rata stabil dalam beberapa minggu ini. Hanya bawang merah dari sebelumnya Rp43.250 per kilogram menjadi Rp44.125 per kilogram,” ungkap Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Dedi Rahmat di sela-sela sidak di Pasar Rangkasbitung.

Dedi memastikan, stok beras saat ini di Lebak cukup aman, karena tengah memasuki masa panen. Untuk itu, ia meminta, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kelangkaan beras pada masa pandemi corona ini. “Untuk kebutuhan harga pangan lainnya, seperti minyak goreng, telur, bawang, cabe juga aman,” tegasnya.

Dedi mengimbau, para pedagang sembako dapat mengendalikan penjualan dengan tidak melayani pembeli yang melakukan panic buying (aksi borong makanan-red) agar stok pangan dapat terdistribusi untuk semua kalangan masyarakat. “Sejauh ini, saya melihat pedagang sudah mematuhi imbuan pemerintah, pedagang tidak menjual kepada pembeli yang sifatnya memborong,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Agus Reza menambahkan, berdasarkan laporan harga sejumlah komoditi di pasar tradisional cukup stabil. Seperti beras jenis IR KW I dijual Rp10.125per kilogram, beras IR KW II dijual Rp9.563 per kilogram, dan beras IR KW III dijual Rp8.725 per kilogram. “Kita berharap harga sejumlah komoditi ini stabil, tak mengalami kenaikan apalagi sampai langka. Kita ingin memastikan bahwa persediaan sembako dan harganya tetap tersedia,” harapnya. (nce/zis)