MERAK – Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja VIII Banten memperkirakan Rabu (13/6) dini hari akan terjadi lonjakan penumpang karena mulai memasuki H-2 Idul Fitri.

Kepala BPTD Wilayah Kerja VIII Banten Johny Siagian menjelaskan, BPTD bersana PT ASDP Indinesia Ferry Cabang Merak telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan mengoperasikan 25 kapal besar. 25 kapal besar di atas 8 ribu GT mampu menampung 2 ribu sepeda motor dan sekitar 400 mobil. Dengan cara itu, jumlah kendaraan yang terserap kapal jauh lebih banyak dan meminimalisir penumpukan di kantung parkir yang ada di pelabuhan.

Pada mudik tahun ini, pemudik menggunakan mobil pribadi mendominasi dibandingkan menggunakan sepeda motor.

Dijelaskan Johny, antrean di gerbang tol Merak sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Terakhir pada Selasa (12/6) dini hari, antrean kendaraan melebihi dari 1 kilometer. “Tapi itu bukan karena di pelabuhannya macet, tapi karena antre di loket tol, kalau di pelabuhan lancar,” kata Johny, Selasa (12/6).

Skema memfokuskan Dermaga VI untuk pemudik menggunakan sepeda motor pun terbukti efektif membuat arus mudik lancar dan tidak semrawut. Sepeda motor bisa lebih mudah didistribusikan ke setiap kapal tanpa harus berjejalan dengan kendaraan roda empat atau lebih.

BPTD bersama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak menurut Johny terus siaga untuk mengatisipasi lonjakan pemudik yang diperkirakakan terjadi hingga H-2 mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, data sementara, hingga H-4 mobil pribadi terus mendominasi jumlah penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Pada H-8, dari total kendaraan 7.953, roda empat atau mobil pribadi sebanyak 3.624 unit, sedangkan roda dua hanya 1.251 unit, sisanya bus dan truk. Pada H-7, dari total kendaraan 13.505, 7.953 di antaranya merupakan mobil pribadi, sedangkan roda dua hanya 3.064 unit.

H-6, dari 32.013 kendaraan yang melintas, 18.309 diantaranya merupakan kendaraan pribadi, sedangkan roda dua hanya 10.138, sisanya bus dan truk. H-5, dari total kendaraan sebanyak 25.054 unit, mobil pribadi sebanyak 14.230 unit, sedangkan sepeda motor hanya 9.160 unit, sisanya bus dan trik. Sedangkan pada H-4, dari total 24.938 unit kendaraan, mobil pribadi sebanyak 13.352 unit, sedangkan roda dua sebanyak 10.208 unit, sisnya bus dan truk. (Bayu)