Antisipasi Narkoba Masuk Sekolah, Dispora Banten Sidak SMA

0
130

SERANG – Mengantisipasi narkoba masuk ke sekolah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Banten. Hari ini sidak tersebut dilakukan di SMA 5 Kota Serang.

Kepala Dispora Provinsi Banten Deden Apriandhi menjelaskan, sidak ini dilakukan menyikapi maraknya informasi tentang peredaran narkoba yang menyasar remaja khususnya anak sekolah.

“Anak-anak di sekolah kan termasuk pemuda. Karena itu kita berpikir, sebagai dinas yang menangani pemuda merasa perlu untuk melakukan tindakan atas ramainya pemberitaan yang ada,” ujar Deden kepada awak media, Kamis (5/10).

Seperti diberitakan media, saat ini banyak beredar narkoba atau obat terlarang seperti pil PCC yang menyebar luas dan menyasar pemuda yang tercatat masih sebagai siswa sekolah.

Hal tersebut, menurutnya, sangat memprihatinkan karena bisa merusak generasi bangsa. Terlebih modus penyebarannya pun bermacam-macam dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat.

Sidak seperti ini rencananya akan dilakukan secara terus menerus di sekolah-sekolah yang ada di Banten. “Karena ini hari pertama, hari ini hanya dilakukan di SMA 5 Kota Serang, selanjutnya akan dilakukan di daerah lain,” ujarnya.

Dalam melakukan sidak ini, Dispora Provinsi Banten menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan organisasi kemasyarakatan Perank.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 5 Kota Serang Suparman mengaku berterima kasih atas agenda yang dilakukan oleh Dispora Provinsi Banten tersebut.

“Sangat terima kasih sekali, dan ini bukan pertama kali, pihak sekolah juga satu tahun minimal tiga bulan sekali mengundang narasumber dari BNN untuk melakukan pencegahan,” ujar Suparman di ruang kerjanya.

Dijelaskan Suparman, sedikitpun pihak sekolah tidak akan memberikan ruang bagi pelanggaran tersebut. Menurutnya, pelanggaran tersebut masuk ke dalam kategori pelanggaran berat.

“Sedikitpun kita tidak akan memberikan ruang untuk pelanggaran tersebut. Sekali saja ketahuan, kita keluarkan,” katanya.

“Sudah kita pasang spanduk besar, jika siswa-siswi dilarang menggunakan narkoba, jika menggunakan harus siap dikeluarkan,” tambahnya.

Suparman pun berharap intensitas agenda seperti ini diperbanyak agar siswa selalu ingat bahayanya mengkonsumsi narkoba dan obat terlarang. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)