Antisipasi Pencemaran Laut, Tim Gabungan Dalami Karamnya Kapal Bermuatan Kimia

ilustrasi (foto: Istimewa)

CILEGON – Tim gabungan yang terdiri dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Pol Air Polda Banten masih mendalami karamnya kapal MT Aisyah 08 di Perairan Selat Sunda, tepatnya di Perairan Salira.

Petugas telah mengambil sampel air laut dilokasi karamnya Kapal itu guna di bawa ke Jakarta untuk dilakukan uji Laboratorium. Pasalnya, didalam Kapal MT Aisyah 08 yang karam kedasar laut itu diketahui masih berisi muatan 300 ton kimia jenis asam Nidrat yang diduga dapat membahayakan ekosistem laut.

Kepala Bidang Kesyahbandaran pada KSOP Banten, Diaz Saputra mengatakan pengambilan sampel air laut dilakukan untuk mengetahui dampak pencemaran yang akan terjadi pasca karamnya kapal MT Aisyah 08. Pengambilan sampel air telah dilakukan oleh KLH dan KNKT.

“Kemarin sampel air laut sudah di ambil, sekarang sedang di uji laboratorium di Jakarata. Kabarnya untuk hasil Leb tersebut sudah dapat di ketahui satu minggu kedepan,” katanya, Selasa (20/12).

Selain pengambilan sampel air laut, petugas juga akan memanggil terhadap perusahaan kapal dan ke agenan kapal baik Kapal MT Asiyah 08 dan Kapal Global Pioner untuk mengungkap aktifitas ilegal itu.

“Kita terus koordinasi dengan Pol Air, KNKT dan Angkatan Laut, intinya kita akan tuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Gakum Pol Air Polda Banten Kompol Tri Panungko saat di hubungi wartawan melalui telepon selular mengaku telah memeriksa pihak Kapal MT Aisyah dan Global Pioner. Dijelaskannya, saat ini kasus tersebut tengah memasuki tahapan gelar perkara. “Kita sudah periksa agen kapal MT Aisyah dan kita juga sudah periksa agen dan kru kapal MT Global,” tuturnya, singkat. (Riko)