Antisipasi Penyebaran Corona, Pemprov Bentuk Tim 113 RS

0
9.701 views

SERANG – Pemprov Banten langsung meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona menyusul dua warga Depok yang positif terpapar corona. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov membentuk tim dan menginstruksikan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan.

Gubernur Wahidin Halim mengatakan, Pemprov akan melakukan deteksi dini, pencegahan, serta respons cepat mengantisipasi kasus corona. “Kami imbau kepada pemilik rumah sakit dan dokter paru untuk membuat kesepakatan, diikuti dengan Instruksi Gubernur, membentuk tim 113 rumah sakit,” ujar pria yang akrab disapa WH melalui rilis yang diterima Radar Banten, Senin (2/3).

Setiap pasien yang dianggap terindikasi corona dipantau Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten kota dan Dinkes Banten. Jika dari pantauan terindikasi kuat akan dirujuk ke Rumah Sakit Sulianti Suroso. “Dari pantauan dan observasi, alhamdulillah tidak ada warga Banten yang terindikasi,” tuturnya. Meskipun begitu, ia meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas melakukan penangkalan pertama yang sudah berjalan. Ia berharap, Pemprov tidak kecolongan.

Kata dia, Pemprov akan meningkatkan ruang isolasi rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan korban warga Banten. Saat ini, Pemprov sudah melakukan respons kewaspadaan terhadap 28 orang dalam kategori pemantauan covid-19. “26 orang sudah dinyatakan sembuh dan dua orang masih dalam perawatan,” ungkap WH.

Terkait 11 mahasiswa asal Banten dan lima warga Banten yang pulang dari karantina di Natuna, dalam kondisi baik. “Mereka dilakukan karantina rumah dengan membatasi aktivitas dan dilakukan pemeriksaan setiap hari oleh puskesmas selama 14 hari masa inkubasi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Andika Hazrumy mengatakan, pemerintah tahu apa yang harus dilakukan terhadap warga yang terpapar corona. “Pemilihan rumah sakit juga tentu yang berkompeten dan tidak sembarangan,” ujar Andika usai rapat pimpinan OPD lingkup Pemprov Banten di aula kantor Bappeda Provinsi Banten, KP3B, Senin (2/3).

Andika sudah menugaskan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten untuk mendata tenaga kerja asing terutama dari daerah terjangkit bekerja sama dengan Kantor Imigrasi. Dengan data yang jelas, akan melakukan inventarisasi dan pencegahan. Lantaran bukan hanya tenaga kerja asing yang harus diwaspadai, tapi juga warga asing yang datang ke Banten. 

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said  meminta Pemprov cepat tanggap melakukan antisipasi. “Tak perlu nunggu instruksi pusat, Pemprov dan delapan kabupaten kota di Banten harus segera membuat protokol ketat terkait masalah pencegahan penyebaran virus corona,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah harus melibatkan berbagai macam stakeholder baik birokrasi maupun swasta untuk membuat protokol yang ketat penanganan corona agar rakyat aman dan tenang. “Kita turut prihatin, dan warga Jabodetabek khususnya harus segera mendapatkan perlindungan dari pemerintah,” tuturnya.

Senada, Ketua DPRD Banten Andra Soni meminta masyarakat Banten tidak panik menanggapi kasus corona yang sudah masuk ke Indonesia. “Kita percayakan kepada pemerintah untuk melakukan penanganan. Kita juga mendorong agar pemprov cepat tanggap,” katanya.

Dari Cilegon,  PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memasang alat pengukur suhu tubuh di pintu masuk menuju dermaga penyeberangan.  Humah PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki menjelaskan, itu sudah dilakukan oleh ASDP sejak tiga minggu yang lalu.

17 KASUS DI TANGERANG

Sementara  Dinkes Kota Tangerang mencatat ada 17 kasus pemantauan corona di Kota Tangerang. Yakni kasus dengan orang yang baru saja pergi ke negara terjangkit corona.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, dalam pemantauan biasanya tidak ada gejala. “Tapi tetap dipantau karena baru datang dari negara terjangkit corona dalam 14 hari terakhir, 17 orang itu baru saja pergi dari Taiwan, Korea dan China,” katanya.

Untuk pemerikasaan, kasus dalam pemantauan dilakukan sejak berada di bandara. Jika petugas menemui penumpang yang baru terbang dari negara terjangkit dan suhu tubuhnya lebih dari normal akan diisolasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta.

“Kalau ditemui gejala corona langsung dilarikan ke RS Sulianti Saroso. Tapi karena tidak ditemui gejala penanganan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dan hasilnya semua sudah kami nyatakan sehat dan negatif,” ungkapnya. (nna-one-den-bam/alt/ags)