Antisipasi Virus Corona, Stop Terima Tahanan Baru

SERANG– Ancaman penyebaran virus corona atau Covid-19 mendapat respons Rutan Klas II B Serang.

Kepala Rutan Serang Aliandri Harahap mengeluarkan kebijakan tidak menerima sementara tahanan baru.

“Kita mulai hentikan penerimaan tahanan mulai Rabu (18/3) sampai dengan Rabu (1/4). Kita lebih baik mencegah karena dikhawatirkan apabila satu kena akan sangat mudah menularkan ke warga binaan yang lain,” kata Aliandri, Selasa (17/3).

Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Polres Serang Kota, Polres Serang, dan Kejari Serang. “Sudah kita koordinasikan kepada jajaran kepolisian dan kejaksaan untuk menunda pengiriman tahanan. Kita juga sudah koordinasi dengan kepala rutan dan kepala UPT (unit pelaksana teknis-red) lain yang ada di Banten (dalam mengambil kebijakan-red),” kata Aliandri.

Selain menghentikan penerimaan tahanan baru, Rutan Serang juga membatasi kunjungan tahanan. Pengunjung hanya diperbolehkan berkomunikasi melalui video call. “Untuk bertemu langsung kita tunda dulu. Penundaan tersebut sudah kita sampaikan kepada warga binaan dan mereka sangat memahami (kebijakan-red) tersebut,” ucap Aliandri.

Rutan Serang telah menyediakan ruang video call. Setiap pembesuk diberikan waktu sekira 10 menit. “Layanan kunjungan melalui video call tersebut kita berikan batas maksimal selama 10 menit. Ada dua layar monitor komputer apabila keluarga warga binaan yang bertemu,” kata Aliandri.

Selain itu, seluruh warga binaan diberikan sabun dan membuat wastafel di pintu masuk dan penjagaan. “Warga binaan yang mau keluar wajib membasuh tangannya melalui wastafel yang kita sudah sediakan,” kata Aliandri.

Namun, Aliandri memastikan belum ada warga binaan di Rutan Serang yang terjangkit virus corona. “Sampai saat ini belum ada indikasi (tahanan terjangkit corona-red), mudah-mudahan itu tidak terjadi,” kata Aliandri.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Serang Muhammad Usman membenarkan adanya permintaan penghentian pengiriman tahanan baru tersebut. “Sudah ada kesepakatan bersama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terhadap para tahanan,” kata Usman.

Kata Usman, Kejari Serang telah memberi batas akhir pelimpahan perkara tahap dua, hari ini (18/3). Proses pelimpahan perkara akan dilaksanakan kembali pada 1 April mendatang.

“Pak Kajari (Kepala Kejari Serang Azhari-red) sudah perintahkan Kasi Pidum Kejari Serang (Yogi Wahyu Buana-red) untuk koordinasikan dengan pihak kepolisian,” tutur Usman. (mg05/nda/ags)