APBD 2020 Rp1,6 Triliun, Bupati Pandeglang Janji Memaksimalkan Pembangunan

Bupati Irna Narulita (dua dari kiri) didampingi Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban (kiri) menandatangani berita acara nota kesepahaman RKUA dan RPPAS di ruang rapat paripurna DPRD Pandeglang, Rabu (7/8). Foto Adib/Radar Banten.

PANDEGLANG – Badan Anggaran (Banang) DPRD Pandeglang selesai melakukan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2020, kemarin. Nilainya sebesar Rp1,6 triliun belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Dalam laporannya, juru bicara Banang DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi menyarankan agar Pemkab Pandeglang memperhatikan prioritas anggaran sesuai yang disepakati dan digunakan untuk merealisasikan usulan pembangunan dari masyarakat.

“Dalam penyusunan setiap program dan kegiatan, pemerintah daerah harus mencerminkan anggaran berbasis kinerja dan kebutuhan ril dalam setiap pos penganggaran, baik pada pos belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga,” katanya di acara rapat paripurna penyampaian laporan Pansus Pembahasan Raperda dan Penandatanganan Nota Kesepakatan RKUA dan RPPAS tahun anggaran 2020 di ruang rapat paripurna DPRD Pandeglang, Rabu (7/8).

Iing meminta kepada Pemkab Pandeglang agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lebih teliti dalam menyusun anggaran, khususnya mengenai DAU, DAK, DBH, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (silpa) agar tidak terjadi perubahan anggaran berkali-kali, karena asumsi pendapatan telah disusun dalam dokumen KUA dan PPAS. “TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah-red) harus solid dan saling berkoordinasi, sehingga tidak ada perbedaan dalam penyusunan asumsi pendapatan,” katanya.

Selain itu, kata Iing, Pemkab juga harus bisa meyusun program kerja dan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik, agar masyarakat bisa merasakan secara lagsung dampaknya. “Dalam penyusunan program dan kegiatan tahun 2020 harus menyentuh terhadap masyarakat sesuai tema pada tahun 2020, yaitu pemulihan infrastruktur dan sosial ekonomi masyarakat menuju Pandeglang bangkit,” katanya.

“OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red) strategis harus mengkaji terlebih dahulu program atau kegiatan yang ingin dijalankanya, agar kegiatan yang dianggarkan bisa menghasilkan nilai tambah yang produktif baik bagi masyarakat maupun pendapatan daerah,” sambung Iing.

Ditemui usai rapat paripurna Bupati Irna Narulita berjanji akan menggunakan dana tersebut dengan optimal dan sepenuhnya dipergunakan demi kepentingan masyarakat Pandeglang.

Menurutnya, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai atau tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, akan dilakukan perbaikan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Intinya anggaran yang ada saat ini sepenuhnya akan kita pergunakan demi kepentingan rakyat masyarakat Pandeglang. Kita juga ingin agar pembangunan di Kabupaten Pandeglang dapat merata di semua wilayah,” katanya.

Irna berjanji akan terus berupaya menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara mengoptimalkan semua sumber pendapatan, seperti penarikan retribusi semua jenis pajak, pariwisata, perizinan, dan sektor lainnya.

“Kita ingin agar PAD kita terus bertambah dan bisa menjadi daerah yang mandiri. Makanya, sekarang kita sedang melakukan pembahasan mengenai hal tersebut, agar ke depan pendapatan daerah kita bisa lebih baik lagi,” katanya. (dib/zis)