Apdesi Keluhkan Pencairan Dana Desa yang Molor

0
98
Dana Desa
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Serang mengeluhkan keterlambatan pencairan dana desa tahun ini. Sampai saat ini anggaran untuk pembangunan desa itu belum diterima rekening masing-masing desa. Padahal, laporan penggunaan dana desa sudah tiga bulan sebelumnya disampaikan kepada Pemkab.

Wakil Ketua Apdesi Kabupaten Serang Ojat Darojat mengatakan, pihaknya menerima keluhan dari sejumlah kepala desa yang sampai saat ini menunggu kejelasan pencairan dana desa. Menurut Ojat, imbas dari keterlambatan pencairan dana desa mengakibatkan pelayanan di pemerintahan desa terganggu. “Sudah terlambat tiga bulan (pencairan dana desa-red). Kita juga kan punya target bagaimana desa-desa bisa mandiri dan pelayanan pemerintahannya semakin baik,” keluh Ojat melalui sambungan telepon seluler, Kamis (5/4).

Ojat pun mendesak Pemkab agar membenahi sistem pencairan anggaran dana desa. Berdasarkan pengakuan Ojat, pencairan dana desa dari tahun ke tahun selalu mengalami keterlambatan. Kondisi itu dinilai mengganggu pelayanan pemerintahan di tingkat desa. “Kita inginnya permasalahan ini tidak terus-terusan terulang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ojat tidak menampik masalah keterlambatan proses pencairan dana desa sebagian timbul dari internal pemerintahan desa. Pemkab diharapkan dapat memberikan pembinaan terhadap desa yang memiliki masalah pelaporan penggunaan dana desa. Soalnya, pembelajaran teknis pelaporan penggunaan dana desa harus dilakukan bertahap dan butuh intervensi dari pemerintah daerah. “Kondisi di tiap desa beda-beda, bisa karena perangkat SDM (sumber daya manusia)-nya,” ucapnya. “Saya berharap Pemkab segera merealisasikan pencairan dana desa. Mudah-mudahan proses pencairan bisa cepat lah,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Fairu Zabadi yang ditemui di aula TB Suwandi Pemkab Serang memastikan, dana desa tahap pertama tahun ini sudah diproses dan dicairkan ke rekening masing-masing desa. Keterlambatan pencairan dana desa, dijelaskan Fairu, terkendala peraturan bupati (perbup) mekanisme pencairan dana desa yang baru rampung. “Mudah-mudahan prosesnya hari ini (kemarin-red) bisa selesai,” harapnya.

Mekanisme pencairan dana desa, dijelaskan Fairu, setiap desa mengajukan terlebih dahulu laporan penggunaan dana desa tahap pertama. Dana tahun ini bisa dicairkan dengan catatan pemerintah desa sudah menyerahkan seluruh laporan penggunaan dana desa tahun sebelumnya. “Dari sana (penyerahan laporan penggunaan dana desa-red), dikolektif oleh DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa-red). Setelah itu baru diajukan ke kita,” terangnya.

Akan tetapi, Fairu tidak bisa menyebutkan secara perinci total anggaran dana desa tahap pertama yang akan dicairkan kepada masing-masing desa. Fairu hanya menjelaskan bahwa dana desa nilainya bervariasi tergantung pengajuan. “Pencairan dana desa juga tergantung cepat atau tidak laporan penggunaan dana desa sebelumnya. Kalau belum, akan tertunda. Siapa cepat menyampaikan permohonan, dia yang cepat mendapat dana desa,” tegas mantan asda III Pemkab Serang ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto memerinci, baru 190 desa dari 326 desa di Kabupaten Serang yang akan mendapatkan pencairan dana desa tahap pertama tahun ini. Sisanya harus memperbaiki laporan penggunaan dana desa sebelum pencairan. “Sekarang belum bisa dicairkan karena sedang mengejar penyelesaian pelaporannya,” jelasnya.

Pria berkumis tebal ini memastikan, pencairan dana desa tidak ada kendala. Menurutnya, para kepala desa sudah mengerti mekanisme penggunaan dana desa termasuk sistem pelaporannya kepada negara. Apalagi, pengelolaan dana desa tahun ini sudah sistem online. “Sudah tinggal jalan. Desa sudah paham harus seperti apa. Jadi, enggak banyak kesulitan. Kita satu-satunya di Provinsi Banten yang pengelolaannya sudah online,” pungkasnya. (Rifat/RBG)