Aphrodite Cup 2018: SMAN 1 Serang Juara Umum

Pemain tim basket putri SMAN 1 Kota Serang (memegang bola) melewati pemain tim basket putri SMAN 1 Pandeglang, Senin (17/12). SMAN 1 Kota Serang menang 26-16 di kandang sendiri pada final Aphrodite 2018.

SERANG – SMAN 1 Kota Serang sukses meraih juara umum turnamen basket Aphrodite 2018 antarpelajar se-Banten, Senin (17/12). Pada partai final, tim basket putranya menang atas SMAN 1 Cilegon, pun dengan tim basket putri saat melawan SMAN 1 Pandeglang.

Pada final tim putra, SMAN 1 Serang sempat kejar-mengejar angka dengan SMAN 1 Cilegon. Perolehan skor tuan rumah sempat tertinggal di quarter pertama dan kedua. Bersamaan dengan itu, pelatih tim basket putra SMAN 1 Serang Oki Subarkah terlihat menyampaikan instruksi kepada anak asuhnya. Ia menyampaikan agar tim tuan rumah bermain lepas, tanpa beban untuk menang atau kalah. Hasilnya, keadaan berbalik di sisa quarter akhir. Skor 34 untuk SMAN 1 Serang dan 31 untuk SMAN 1 Cilegon.

Usai pertandingan, Oki mengaku cukup menikmati jalannya pertandingan. Ia tak menampik jika tim basket putra SMAN 1 Cilegon merupakan lawan berat. Ia bersyukur, timnya bisa memenangkan pertandingan dan merebut gelar juara umum Aphrodite 2018 dari SMAN 1 Cilegon.

“Ini pertandingan dramatis, tapi Alhamdulillah, anak-anak saat quarter tiga dan empat bisa mulai mengendalikan permainan dengan tenang, sehingga mampu membalikan keadaan. Karena quarter pertama dan kedua, saya akui, anak-anak sempat tertekan,” ujarnya, usai pertandingan.

Oki pun mengapresiasi anak asuhnya dapat menjalankan instruksi itu. “Waktu Aphrodite tahun lalu, tim putra kita hanya bertengger di juara ketiga. Ini sejarah bagi kita bahwa di 2018 bisa mengawinkan dua gelar juara umum. Kita mempersiapkan turnamen ini sudah sekira enam bulan,” katanya.

Pelatih tim basket putra SMAN 1 Kota Cilegon Agung Maulana pun mengungkapkan rasa bangganya, meskipun hanya meraih gelar juara dua. Kata dia, saat berhadapan dengan tim SMAN 1 Kota Serang, anak asuhnya dalam keadaan tidak bugar. Sebagian ada yang dalam perawatan cedera ringan.

“Saya sudah menganggap final ini sebagai rezeki. Juara atau tidak sudah diatur sama Allah, kami tidak kecewa. Anak-anak juga sudah bermain bagus. Apalagi inikan anak-anak SMA, kadang kalau penonton terlalu ramai, mental sedikit terganggu,” tuturnya.

Di partai final putri, tim basket SMAN 1 Serang menjungkalkan SMAN 1 Pandeglang dengan skor cukup jauh, 26-16. Atas kemenangannya ini, tim putri SMAN 1 Serang sukses menjadi juara pertama berturut-turut, dari 2017.

Pelatih tim basket putri SMAN 1 Serang Hariwibowo Sampurno mengatakan, kemenangan timnya merupakan hasil kerja keras dan latihan yang cukup panjang. Mempersiapkan turnamen tahun ini, tim putri SMAN 1 Serang juga menjalani latihan selama enam bulan.

“Hari ini (kemarin-red), anak-anak bermain kompak dan rileks. Mental anak-anak sudah terbentuk, sudah kami bangun dari setahun lalu. Target kami selanjutnya bisa berkompetisi dengan tim di daerah Tangerang,” katanya.

Sementara itu, asisten pelatih tim basket putri SMAN 1 Pandeglang Sita Fajrina Haryadi tetap bersukur dengan perolehan timnya. Sejak awal pertandingan, timnya tidak mengusung target juara umum, tetapi bermain dengan maksimal.

“Tim kita sudah memberikan hasil semaksimal mungkin. Walaupun hasilnya belum maksimal, tapi anak-anak sudah memberikan yang terbaik untuk sekolahnya. Persiapan kita lumayan, hanya sebulan untuk Aphrodite ini, tapi ekskul sudah berjalan sebelumnya dan selalu latihan di sekolah,” ucapnya. (Riko B/RBG)