Sejumlah APK ilegal paslon walikota Serang yang terlihat di salah satu ruas jalan di Kota Serang.

SERANG – Alat Peraga Kampanye (APK) ilegal Pasangan Calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Serang banyak yang belum ditertibkan hingga empat hari setelah dibukanya pelaksanaan kampanye Pilkada Kota Serang. Terlebih pada lokasi-lokasi yang bukan berada di jalan protokol di Kota Serang.

Jalan Garuda, Kelurahan Cimuncang tak jauh dari kantor kelurahan Cimuncang terlihat masih ada APK seperti spanduk dan poster yang masih belum ditertibkan. Selain itu dikawasan Tamansari masih terdapat poster-poster paslon menempel di pagar yang mengelilinginya.

Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono mengakui penertiban APK di Kota Serang masih belum semuanya diselesaikan. Ia memperkirakan hingga hari ini, baru sekitar 80 persen APK yang sudah ditertibkan. “Hampir 80 persen. Saya yakin di pelosok-pelosok mungkin masih ada tapi kan kalau jalan-jalan protokol jalan-besar, yang besar-besar itu kemarin sudah dibersihkan semua,” katanya kepada wartawan, Senin (19/2).

Rudi pastikan seluruh APK akan segera dibersihkan. Namun, pihaknya perlu waktu untuk bisa membersihkan semua APK. Rudi mengaku sejak hari pertama (15/2) masa kampanye terbuka hingga hari ini. Panwaslu Kota Serang dan seluruh Panwascam terus bergerak mencari APK Paslon untuk ditertibkan.

“Semuanya akan kita tertibkan dan penertiban ini tidak cukup satu dua hari, sekarang aja teman-teman panwascam udah bergerak. Jadi kalau yang kaya gitu itu emang di panwascam, itu kan dikelurahan tapi semuanya akan kita tertibkan dan semuanya pun masih bergerak sampai hari ini,” ucapnya.

Menurutnya, dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) pada Panwas yang terbatas, maka proses untuk membersihkan seluruh APK memakan waktu yang tak cukup barang sehari. Ia minta agar masyarakat memaklumi jika masih ada APK yang terpasang. Ia juga meminta masyarakat proaktif untuk memberikan informasi jika masih ada APK di sekitarnya.

“Karena di pelosok-pelosok agak susah.”

Terkait APK yang masih terpasang di wilayah Cimuncang, ia akan segera meminta panwascam untuk menurunkannya. “Nanti terkait itu saya komunikasikan dengan panwascam,” tandasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).