Aplikasi Pandeglang Satu Data Belum Optimal

PANDEGLANG – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Dikominsantik) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro mengakui aplikasi Pandeglang satu data yang ada di ruang pintar atau command center, saat ini belum optimal.

Soalnya, kata dia, masih ada beberapa kecamatan yang masih kesulitan mengakses jaringan internet.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata dia, Pemkab Pandeglang akan bekerja sama dengan pihak terkait agar persoalan jaringan di beberapa kecamatan khususnya di wilayah selatan dapat teratasi sehingga bisa terkoneksi dengan aplikasi Pandeglang satu data.

“Kita mau ngumpulin para camat agar nginput data mereka dan bisa terkoneksi. Kalau level kecamatan sudah terhubung, cuma kurang maksimal saja, semuanya sudah bisa terhubung, cuma harusnya jaringannya sudah bagus, tetapi masih ada beberapa kecamatan yang kesulitan mengakses jaringan internet,” katanya di ruang pintar, Selasa (8/10).

Girgi mengklaim, semua kecamatan di Pandeglang telah memiliki peralatan dan sistem yang terhubung dengan ruang pintar. Akan tetapi, kata dia, masih ada beberapa kecamatan yang belum memasukkan data karena terganggu oleh kualitas jaringan internet yang buruk. “Masih proses, peralatan di kecamatan sudah ada, tinggal input data atau jaringan internet yang ada di kecamatan. Makanya kita akan kerjasamakan. Tujuannya agar bisa meningkatkan kualitas jaringan di semua kecamatan, sehingga aplikasi Pandeglang satu data yang ada dapat dioptimalkan,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin berjanji akan segera menyelesaikan persoalan tersebut agar aplikasi Pandeglang satu data dapat dioptimalkan, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan informasi. “Secepatnya akan kita selesaikan persoalan tersebut, karena memang aplikasi ini sangat bagus dan bisa membantu memudahkan masyarakat mengetahui berbagai informasi mengenai Pandeglang,” katanya.

Pery meminta kepada instansi terkait agar memperbaiki beberapa kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang tidak berfungsi di beberapa lokasi. “Kamera itu kan sifatnya membantu kita memantau kondisi lalu lintas dan lainnya di lapangan. Kalau masih ada kamera CCTV yang rusak dan belum diperbaiki, tentunya kita akan kesulitan mendapatkan informasi. Jadi tolong kepada dinas terkait agar segera memperbaiki kondisi itu,” katanya.

Selain itu, kata Pery, pihaknya juga akan membuat aturan baru agar para camat mengerti dan memahami mengenai teknologi informatika. Kemampuan itu, kata dia, akan dijadikan sebagai salah satu persyaratan para pegawai untuk menjadi seorang camat.

“Akan kita masukan sebagai salah satu persyaratan. Kita juga akan mengevaluasi kinerja para camat, apakah mereka sudah memahami tentang IT atau belum, jangan sampai para camat tidak tahu dan tidak mengerti tentang ilmu teknologi,” katanya. (dib/zis)