Arab Saudi Hapus Biaya Visa Umrah Progresif 2.000 Riyal

Mekkah

SERANG – Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penghapusan biaya visa umrah progresif sebesar 2.000 riyal atau setara Rp8 juta. Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten menyambut baik keputusan penghapusan biaya tersebut.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwi Kemenag) Provinsi Banten Deni Rusli mengatakan, visa progresif dikeluarkan pemerintah Arab Saudi beberapa tahun lalu untuk jamaah umrah yang berangkat lebih dari sekali dalam setahun. Biaya visa tersebut dinilai memberatkan bagi jamaah karena biaya yang dikeluarkan akan semakin besar.

Menurutnya, sebagai pengganti kebijakan tersebut, kerajaan Arab Saudi memberlakukan aturan baru yakni biaya visa tambahan sebesar 300 riyal atau sekitar Rp1,2 juta. Biaya tambahan ini di luar biaya pengajuan visa yang lebih dulu ada. “Biaya pengurusan dokumen visa sekitar Rp700 ribu dan total biaya yang dikeluarkan untuk visa sekitar Rp1,9 juta,” katanya.

Ia mengungkapkan, biaya pengganti visa progresif ini lebih terjangkau bagi jamaah dibandingkan biaya visa sebelumnya. Ini tentu hal yang positif dan bisa mempermudah jamaah yang ingin berangkat menunaikan ibadah umrah.

“Jamaah tidak perlu khawatir berangkat umrah berulang-ulang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penambahan biaya visa tersebut pasti akan membuat harga paket umrah yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Meskipun begitu, kenaikan paket tersebut tidak akan berpengaruh kepada antusias jamaah asal Banten.

“Bagi jamaah yang terpenting pelayanan yang baik, ada kenaikan rasanya tidak terlalu masalah,” katanya. (Susi K)