Area Setda Pemkot Cilegon Ditambah Fasilitas Jogging Track

Danau buatan yang sudah ada di area belakang Setda Pemkot Cilegon. Rencananya di area ini akan dibuatkan jogging track dan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) bagi pegawai dan masyarakat.

CILEGON – Pemkot Cilegon melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon akan melakukan penataan area belakang Setda Pemkot Cilegon. Rencananya, area yang berada di dekat Masjid Nurul Iman dan kantor Diskominfo itu diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Dinas Perkim Kota Cilegon Azis Setia Ade Putra menjelaskan, desain penataan area itu telah disiapkan. Rencananya, area yang saat ini masih tidak beraturan itu diubah menjadi taman yang dilengkapi dengan jogging track dan gazebo. “Nanti kan tanggal 23 akan ada penanaman pohon, sebagian akan kita tanam di sini,” ujar Azis saat meninjau area belakang kawasan perkantoran Pemkot Cilegon bersama Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, Jumat (14/9).

Rencananya, penataan area belakang Pemkot Cilegon itu tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon. Untuk membiayai penataan itu, Pemkot akan menggaet sejumlah industri yang berada di kota baja tersebut.

Menurut Azis, dana corporate social responsibility (CSR) akan menjadi solusi penataan taman itu. Pemkot Cilegon sudah menyiapkan proposal yang telah dilengkapi dengan desain penataan. Dalam waktu dekat, proposal itu akan disebar ke sejumlah industri. Disinggung soal kebutuhan anggaran untuk penataan area itu, tidak lebih dari Rp500 juta. “Kita sesuaikan dengan dana yang ada nanti karena bukan dari APBD, bisa saja tahun ini dilaksanakan penataannya,” tutur Azis.

Untuk area kolam, sesuai dengan saran dari Plt Walikota Edi Ariadi, Azis mengaku, akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon untuk melengkapi kolam itu dengan alat olahraga air seperti kano. “Kalau kita kan yang seperti itu enggak punya,” tuturnya.

Kabid Sarana dan Arsitektur Dinas Perkim Kota Cilegon Edi Hendarto mengungkapkan, RTH yang akan dibangun di area belakang Setda itu tidak seperti pada umumnya. Konsepnya mengacu agar area itu terlihat nyaman dan tertata rapi. “Jadi kalau sore bisa dipakai santai sama pegawai, terus kelihatannya bagus, enggak acak-acakan,” ujarnya.

Meski berada di dalam kawasan kantor pemerintahan, area itu nantinya akan terbuka untuk masyarakat umum. “Tapi, sepertinya enggak bakal seramai di tempat lain karena kan tidak akan ada yang jualan di situ. Masyarakat kan biasanya ke tempat RTH ingin sekalian jajan,” tuturnya.

Edi membenarkan desain penataan sudah selesai dibuat. Namun, ia belum bisa memastikan kapan proses penataan dimulai. Jika melihat sisa waktu di tahun ini, ia memperkirakan proses penataan baru bisa dimulai di awal tahun depan. (Bayu M/RBG)