SERANG – Peluang memperoleh medali Banten pada PON XX Papua 2020 diprediksi akan bertambah. Itu tidak lepas setelah ditetapkannya secara resmi cabang olahraga (cabor) arung jeram dipertandingkan pada multi event terbesar empat tahunan Indonesia itu pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) KONI Pusat, Rabu (25/4).

Kepastian cabor arung jeram dipertandingkan pada PON XX papua 2020 disambut antusias pengurus provinsi (Pengrpov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Banten. Optimisme tinggi diapungkan tim arung jeram Banten sebagai salah satu cabor penyumbang medali emas untuk kontingen Banten.

Bila melirik kebelakang, optimisme tinggi Pengprov FAJI Banten meraih prestasi terbaik di Bumi Cendrawasih sangat beralasan. Sederet prestasi nasional hingga internasional mampu diraih tim arung jeram Banten. Bahkan tim arung jeram Banten selalu mampu membawa pulang medali ke Tanah Jawar di setia event yang diikuti.

Ketua Umum Pengprov FAJI Banten, AKBP Agus Rasyid mengatakan, 47 cabor resmi akan dipertandingkan pada PON XX Papua 2020 dan salah satunya adalah cabor arung jeram. ”Kepastian (dipertandingkan-red) ini yang kami tunggu sejak lama. Kami ingin menjadi bagian prestasi Banten di Papua nanti. Kami yakin bisa dengan potensi yang dimiliki saat ini,” kata Agus semringah kepada Radar Banten, Rabu (25/4).

Agus menambahkan, keyakinan tim arung jeram menjadi bagian pendulang medali untuk kontingen Banten tidak lepas dari hasil manis di setiap kejuaraan nasional (kejurnas) yang diikuti.

”Kami tidak pernah terlempar di posisi dua besar peraih medali emas nasional. Pesaing kami saat ini hanya satu, yakni tim DKI Jakarta. Tapi di Papua nanti kami yakin bisa menggulung tim Ibukota lantaran usia atletnya sudah terbilang tidak muda lagi. Berbeda dengan atlet Banten yang pada saat PON nanti berada di usia emas, yakni 25 tahun,” imbuhnya.

 Di PON nanti, lanjutnya, cabor arung jeram akan memperebutkan 16 keping medali emas. Banten memiliki kans minimal meraih tiga keping medali emas.

”Kans kita ada di nomor head to head (putra/putri), slalom (putra/putri), dan sprin (putra/putri). Tapi perjuangan akan kita mulai pada tahun 2019 di Pra-PON. Sesuai amanat ibu ketua (Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo) bahwa hanya peringkat tiga besar yang akan diberangkatkan ke PON XX. Kami akan mewujudkan target itu,” tegas Agus.

Untuk mengukur kekuatan tim, Pengprov FAJI Banten akan menerjunkan atletnya pada Kejurnas Arung Jeram 2018 di Kalimantan Timur (Kaltim), Agustus mendatang.

    ”Kami sudah melakukan persiapan rutin selama empat bulan, mulai Januari 2018. Kita akan lihat perkembangan kualitas di kejurnas nanti. Setelah dari Kaltim, kita juga akan ikut bagian di kejuaraan terbuka di Aceh, November nanti,” tandas  Perwira Menengah Polri itu.

    Sementara itu, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo berharap, cabor arung jeram Banten bisa menjadi andalan baru kontingen Banten pada PON XX papua 2020.

    ”Mudah-mudahan cabor arung jeram menjadi lumbung emas untuk kontingen Banten di PON nanti. Kalau melihat track record tim arung jeram Banten di event nasional selama ini, saya yakin arung jeram bisa menjadi andalan Banten,” harapnya. (dre/ful)