Arus Mudik, Dishub Kabupaten Serang Berlakukan Sistem One Way

Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di Jalan Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, depan pasar, Selasa (21/5)

CIRUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana memberlakukan sistem one way atau satu arah di lokasi rawan macet pada arus mudik Lebaran. Lokasi rawan macet itu, di antaranya depan Pasar Baros, Kecamatan Baros, dan Pasar Ciruas, Kecamatan Ciruas.

Pantauan Radar Banten, Selasa (21/5) siang di Kecamatan Ciruas, arus lalu lintas jalan nasional di depan pasar ramai lancar. Tampak petugas kepolisian mengatur kendaraan yang melintas. Hal serupa terjadi di Pasar Baros, arus lalu lintas depan pasar tradisional tersebut cukup lancar meski sesekali angkutan umum berhenti sembarangan.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasional (Dalops) pada Dishub Kabupaten Serang Samani mengatakan, pihaknya berencana menyediakan posko tambahan di Kecamatan Baros dan Kecamatan Ciruas bekerja sama dengan kepolisian menjelang arus mudik Lebaran. “Kami juga akan menerapkan sistem one way untuk mengurai kemacetan di Pasar Baros dan Pasar Ciruas,” ungkap Samani kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Pakupatan, Kota Serang.

Kata Samani, pos tambahan arus mudik Lebaran juga akan disediakan di wilayah Kecamatan Cikande. Pihaknya akan menempatkan beberapa personel di pos, bergabung dengan pos kepolisian, seperti di wilayah Asem dan Gorda di Kecamatan Cikande, serta Kecamatan Kragilan untuk mengatur lalu lintas.

“Kalau di Kecamatan Petir mungkin ditangani pihak kecamatan dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” terangnya.

Menurut Samani, kemacetan di lokasi rawan macet di Kabupaten Serang terjadi pada jam kerja, yakni pagi ketika karyawan pabrik masuk kerja dan sore saat karyawan pulang kerja, selain sering terjadi setiap akhir pekan. Untuk pemasangan tenda posko, direncanakan dimulai 26 sampai 27 Mei. Untuk operasi pelaksanaannya, akan dimulai pada 28 Mei hingga 13 Juni.

“Mudah-mudahan sekarang tidak ada kemacetan fatal, arus mudik juga aman,” harapnya.

Senada disampaikan Kepala Satuan (Kasat) Lalu lintas Polsek Ciruas Brigadir Ferda Fradian, pihaknya juga berencana memberlakukan sistem one way dari arah Jakarta-Serang, selain melaksanakan pengaturan lalu lintas dan penertiban di jalan. “Pelaksanaannya mulai tanggal 28 Mei,” ujarnya.

Rahma, warga Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, mendukung upaya pemerintah mengatur arus lalu lintas menggunakan sistem one way untuk mengurangi kemacetan. Ia pun menyarankan, pemerintah membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pasar Ciruas untuk mengurangi lalu lalang penyeberang jalan yang dinilai menghambat arus lalu lintas.

“Kalau saya mau belanja, nyeberangnya suka ngeri, macet, terus mobilnya gede-gede,” akunya. (mg06/zai/ira)