Achmad Sari Alam, pemilik Asa Japanese Restaurant.

CILEGON – Banyak pekerja asing di Kota Cilegon memotivasi para pengusaha restoran untuk mengembangkan usahanya. Pekerja asing ini adalah target konsumen retoran yang menyajikan menu asal negaranya.

Seperti yang dilakukan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam. Ia mengembangkan usaha restoran Jepang dengan brand “Asa Japanese Restaurant”. Konsumennya bukan hanya pekerja asal Jepang, juga pekerja asal Korea Selatan. Restoran baru ini bersebelahan dengan restoran Korea miliknya, ‘A Mi Rang’, yang lebih dulu berdiri.

“Dari sisi wisata kuliner, kita ingin mengembangkan pariwisata itu merupakan suatu budaya internasional. Jadi jangan disamakan dengan politik. Soalnya katanya, (orang) Jepang kalau ada Korea, nggak mau. Atau sebaliknya. Kalau di sini nggak,” ujarnya usai launching Asa Japanese Restaurant, Selasa (23/2/2016).

Di restoran ini sedikitnya ada 50 varian menu. “Kami tawarkan menu kelas bintang empat, tapi harga kaki lima. Mulai dari yang cuma Rp20 ribu, Rp35 ribu, ada,” ujarnya berpromosi.

Selain harga dan cita rasa yang tak kalah dari negeri asalnya, Asa Japanese Restaurant juga menyajikan konsep pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjungnya. “Harapan kita, Asa ini bisa terus berkembang. Melalui dari kebersihan terjaga, makanan yang ekonomis, hingga pelayanan yang profesional,” tandasnya. (Devi Krisna)