ASN Banten Harus Siap Dikritik

Sekda Banten Al Muktabar mengalungkan tanda peserta kepada calon ASN yang mengikuti pelatihan dasar di aula BPSDM Banten, kemarin

SERANG – Pemprov Banten melalui Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) memberikan pelatihan dasar terhadap 235 calon aparatur sipil negara (ASN) golongan III. Pelatihan  berlangsung hampir dua bulan.

Kepala BPSDM Provinsi Banten Endrawati mengatakan, pelatihan dasar calon ASN  golongan III di Lingkungan Pemprov Banten diikuti oleh semua calon ASN  yang wajib mengikuti pelatihan dasar. “Kegiatan berlangsung mulai 12 Juni hingga 7 Agustus 2019 atau setara dengan 51 hari kerja,” kata Endrawati, kemarin.

Ia berharap, calon ASN  mengikuti pelatihan hingga selesai. “Pelatihan dasar calon ASN  merupakan pelatihan dasar yang dirancang bagi ASN pemerintahan untuk pembentukan wawasan kebangsaan, nilai-nilai bela negara, analisis isu kontemporer, akuntabilitas, kepribadian, antikorupsi, etika pegawai negeri sipil, serta kesiapsiagaan bela negara,” ungkapnya.

Sementara Sekda Pemprov Banten Al Muktabar saat membuka pelatihan dasar mengatakan, menjadi ASN adalah sebuah pilihan dan hendaknya mereka mengurangi keinginan untuk kaya raya. “Karena menjadi ASN lebih sulit untuk menjadi kaya raya kecuali sudah mewarisi kekayaan itu,” pesannya.

Menurutnya, ASN pmemiliki tanggung jawab dengan segala keterbatasan. Para calon ASN  yang ikut latihan dasar merupakan generasi milenial yang akrab dengan IT (information technology) dan lolos dengan seleksi ketat. Jangan sampai ketika sudah masuk birokrasi tidak bisa merubah dan ikut arus.

Ia menambahkan, pelatihan dasar sebagai salah bentuk penanaman karakter untuk mengatur agar generasi milenial ketika masuk mampu lebih cepat dan mudah. Karakter bangsa yang membuat negara bangsa lebih bagus dengan salah satu parameternya dengan ber-Indonesi dan beragama yang semakin kuat. “Dengan waktu yang terbatas, maksimalkan transfer knowledge menjadi ASN  dengan segenap tantangan dan risiko. Pastikan betul untuk mengemban amanah sebagai ASN. Jangan sampai pulang ke rumah tidak bawa sertifikat untuk layak sebagai calon ASN. Gunakan waktu yang singkat ini untuk memahami prinsip-prinsip kerja sebagai ASN,” pesan Al Muktabar.

Diakhir sambutannya, ia mengingatkan calon ASN  untuk siap dikritik saat bekerja di birokrasi. Seiring dengan reformasi birokrasi, ada beberapa instrumen publik untuk mengontrol reformasi birokrasi. Salah satunya keterbukaan informasi. “Saya yakin generasi masa depan ini amanah,” tegasnya. (den/alt/ags)