ASN Diingatkan Tak Menambah Waktu Libur

LEBAK – Sekda Pemkab Lebak Dede Jaelani mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak bolos kerja pasca libur awal tahun 2020 mendatang. Selain itu, Dede juga meminta agar ASN tidak menambah waktu liburan.

Setiap ASN, lanjutnya, harus menjalankan tugas sebagaimana biasa, agar pelayanan terhadap masyarakat bisa berjalan dengan baik. “Sebelum libur natal kita sudah ingatkan agar ASN tak menambah libur sendiri,” kata mantan kepala Bappeda Lebak ini, Kamis (26/12).

Menurut Dede, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib standby selama libur tahun baru. Dia meminta agar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) serta Inspektorat Wilayah (Itwil) untuk mengawasi setiap absensi para ASN.

“Kita sudah jelas komitmen untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Tidak ada tawar menawar lagi. Karena bila masih ada yang bolos harus diberikan sanksi,” ujarnya.

Kepala BKPP Kabupaten Lebak Edi Wahyudi mengancam, setiap pegawai yang tak masuk setelah libur panjang mendatang akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Bupati tentang Pemotongan Tunjangan Kinerja. “Belum kita rekap absensinya. Tapi yang pasti setiap pegawai yang bolos akan mendapatkan pemotongan sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Lebak Halson Nainggolan mengatakan, sebelum menjalani libur Natal, Pemkab Lebak telah mengingatkan agar ASN untuk tidak menambah hari libur sendiri. “Libur yang diberikan sudah sesuai dengan aturan yang ada. Untuk hari ini (Kamis red) kita belum melakukan sidak. Tapi, bila ada laporan ASN yang bolos kita akan proses. Saya kira semua ASN sudah tahu risiko yang harus ditanggung bila masih membandel,” katanya.

Halson memastikan, setiap ASN yang bolos akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan. Misalnya berupa penundaan pangkat hingga penundaan kenaikan gaji serta sanksi lainnya. “Kalau nggak masuk sampai lima hari ke depan, maka diberlakukan PP Nomor 53 tahun 2010,” katanya. (nce/zis)