ASN Mulai Divaksin April

0
1582

SERANG – Para aparatur sipil negara (ASN) di Banten akan divaksin Covid-19 pada tahap dua setelah tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, tahap dua itu direncanakan berlangsung April 2021.

Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, untuk tahap satu baik termin satu atau dua, vaksin yang didistribusikan ke Banten hanya untuk nakes. “(Untuk ASN-red) nanti tahap dua dan tiga,” ujar Ati melalui telepon seluler, kemarin.

Ati menjelaskan, sasaran yang akan divaksin pada tahap dua yaitu petugas pelayanan publik, petugas lapangan, serta TNI/Polri. Sedangkan, untuk sasaran tahap tiga yakni masyarakat rentan psikospasial, sosial, dan ekonomi. Sementara, sasaran tahap keempat adalah masyarakat dan pelaku ekonomi.

“(Tahap dua-red) rencananya bulan April. Tapi tidak tahu, tergantung datangnya vaksin,” kata mantan Direktur RSUD Kota Tangerang ini. Jumlah vaksin yang diterima Banten rencananya 2.166.999 vaksin.

Banten menerima 14.560 vaksin di tahap satu termin pertama. Jumlah itu didistribusikan untuk nakes di Kota Serang sebanyak 3.380 vaksin dan Kota Tangerang Selatan 8.920 vaksin. Sedangkan, distribusi vaksin ke Banten tahap satu termin kedua akhir bulan ini dengan jumlah 72.430 vaksin.

Pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di Banten, hanya dua ASN yang mendapatkan vaksin. Pertama, Sekda Banten Al Muktabar dan Ati sebagai Kepala Dinkes Provinsi Banten. Sedangkan, yang lainnya adalah kepala daerah dan pejabat Forkopimda tingkat Provinsi Banten.

Seorang ASN pejabat eselon IV di Pemprov Banten mengaku gundah dengan penyebaran Covid-19 di perkantoran Pemprov. “Mulai dari sopir, staf, hingga eselon II,” ungkapnya.

ASN lainnya juga berharap mereka segera mendapatkan vaksin karena termasuk rentan terpapar Covid-19. “Kalau April terlalu lama. Sedangkan sekarang saja banyak yang terpapar. Itu juga April bukan semua ASN kan. Bertahap,” ujarnya.

PERKETAT WFH

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengaku untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkup Pemprov, pihaknya telah menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu. “Kebijakan WFH sama. Pelaksanaannya diperketat,” tegasnya.

Mantan Pj Bupati Tangerang ini meminta setiap kepala OPD untuk melakukan pengawasan ketat penerapan protokol kesehatan terhadap seluruh pegawai di OPD masing-masing. Pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggal bagi ASN di lingkup Pemprov Banten tahun 2021 sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Banten Nomor: 800/ 2503-BKD/2020. Kebijakan WFH bagi para abdi negara itu diberlakukan sampai dengan 29 Januari 2021.

Berdasarkan surat itu, ASN dan non ASN yang bertugas sebagai tenaga pendidik dan kependidikan dapat melaksanakan tugas dari rumah masing-masing. Sedangkan ASN dan non-ASN pada seluruh OPD kecuali yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 bekerja di rumah masing-masing dengan ketentuan melaporkan lokasi keberadaan ASN dan non-ASN kepada pimpinan unit kerja masing-masing setiap jam kerja mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis, dan pukul 07.00 sampai 15.30 untuk hari Jumat melalui aplikasi. Sedangkan untuk OPD/UPTD/cabang dinas/kepala sekolah melaporkan keberadaan ASN dan non ASN di unit kerja masing-masing kepada BKD.

Dalam surat yang ditandantangani Sekda Banten atas nama Gubernur Banten itu juga tertulis bahwa kepala OPD dapat menugaskan ASN di lingkungannya untuk hadir di kantor minimal satu pejabat eselon III dan tiga pejabat eselon IV serta staf pelaksana secara selektif. Bahkan untuk menekan penyebaran Covid-19, para ASN yang WFH harus tetap berada dalam tempat tinggalnya kecuali dalam keadaan mendesak seperti memenuhi kebutuhan pangan, dan sebagainya.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Wahidin Halim juga terus mengingatkan ASN untuk menerapkan protokol kesehatan. Apabila ada yang melanggar protokol kesehatan, maka orang nomor satu di Banten itu tak segan-segan memberikan sanksi tegas. Saat ini ada beberapa ASN yang telah diberikan teguran lantaran melanggar protokol kesehatan.

DIPERCEPAT

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin dijadwalkan akan menerima vaksin Covid-19 paling cepat hari ini atau besok. Sedangkan vaksinasi untuk nakes di Kota Serang dipercepat dari jadwal.

Sebelumnya, Syafrudin gagal divaksin Covid-19 di Tangerang bersama kepala daerah lain pada Kamis lalu. Saat itu, ketika dilakukan pemeriksaan tensi darah Syafrudin naik. Gula darah Syafrudin juga naik, sehingga tidak memungkinkan untuk divaksin.

“Jadinya Pak Wali akan divaksin Senin atau Selasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ikbal kepada Banten Raya (grup Radar Banten), Minggu (17/1).

Dinas Kesehatan Kota Serang mempercepat vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Kota Serang. Semula vaksinasi dijadwalkan antara hari Senin atau Selasa namun Kementerian Kesehatan RI menginstruksikan agar vaksinasi dipercepat sehingga vaksinasi dimulai Sabtu (16/1). Kemarin, karena pelayanan di fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas tutup, sehingga vaksinasi dilanjutkan hari ini.

Ikbal mengatakan, semula vaksinasi memang dijadwalkan dilakukan Selasa (19/1), namun ketika Kamis malam dilakukan zoom meeting dengan Kementerian Kesehatan RI, Kota Serang diinstruksikan agar segera melakukan vaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan, vaksinasi dilakukan di 33 fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk. Pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi beberapa tahap, dan dalam satu sesi hanya diperbolehkan melakukan vaksinasi sebanyak 10 orang, atau maksimal 20 orang dengan dua kali sesi. (nna-dewa-tohir/alt)