ASN Telat, Wakil Walikota Tangsel Murka

0
59

TANGSEL – Amarah Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie tak terbendung ketika melihat peserta bimbingan teknis pelayanan kepegawaian di Pondok Kemangi, Serpong belum hadir.

Padahal dalam agenda yang ditentukan, peserta harusnya sudah menerima materi sejak pukul 09.00 WIB, Rabu (29/11).

Bang Ben-sapaan akrab Benyamin Davnie mengaku kecewa dengan sikap aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai tak disiplin. Seharusnya, pelayan masyarakat seperti yang diupahi dari uang rakyat lebih peka dan bertanggung jawab. Sememntara keadaannya saat ini jauh bertolak belakang dengan apa yang seharusnya dilakukan.

”Kalau dulu mungkin karena sistem pemerintahannya agak otoriter makanya semua ASN nurut dan patuh. Kalau sekarang seperti itu, saya pasti banyak terima laporan, karena pasti sedikit-sedikit lapor ke Ombudsman. Saya ditegur, padahal yang salah anda-anda semua,” beber Benyamin di hadapan peserta bimtek.

Dari pantauan Radar Banten, pada saat kedatangannya, pukul 09.00, jumlah peserta yang seharusnya 72 orang ini, hanya ada tujuh peserta yang baru hadir.

”Pokoknya saya nggak mau lihat seperti ini lagi. Pak Apendi yang bertanggung jawab harus tegur, sekalian laporkan ke Kepala OPD-nya masing-masing. Agar nanti dievaluasi oleh OPD-nya,” ujar Benyamin lagi.

Di tempat yang sama Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tangsel Apendi membenarkan ungkapan kekecewaan Benyamin terhadap ASN yang tidak disipilin.

Menurutnya, sikap disiplin hanya ada pada diri sendiri. Sehingga bagi ASN yang masih malas, tidak disiplin dan suka mengeluh, harusnya merefleksikan diri.

”Tanya setiap bulan upah itu dari siapa kalau bukan uang rakyat. Tanya pada diri sendiri apakah benar yang kalian lakukan. Sering-sering seperti itu. Agar sikap disiplin dan bertanggung jawab itu ada pada diri kita,” ujar Apendi.

Sementara itu mengenai bimtek yang dilakukannya merupakan upaya dalam meningkatkan kinerja ASN dalam melakukan pelayanan di bidang kepegawaian.

”Tapi tentu tugas pokok utamanya adalah pegawai yang bertanggung jawab harus disiplin. Karena percuma ada teknologi kalau yang menggunakannya tidak disiplin,” ujar Apendi.

Dia menambahkan, aplikasi ini nantinya akan memtong laju proses upadteing data pegawai, melampirkan jejak karir ASN serta mempermudah ASN untuk melakukan persoalan administrasi kepegawaian.

”Intinya meskipun menggunakan teknologi, kami BKPP tetap akan mengawasi. Jadi kita akan lakukan pemeriksaan secara berkala,” pungkas Apendi. (mg-04/ful/sub)