ASN Titip Absen, Tunjangan Penambah Penghasilan Dipotong

0
84
Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com

SERANG – Ada yang berbeda pada apel pagi kemarin di Puspemkot Serang. Usai apel yang dilaksanakan dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila itu, Sekretaris Daerah Kota Serang Tb Urip Henus melakukan sidak absen.

Melalui kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, Urip meminta nama yang sudah absen untuk dicek kembali. Hasilnya, ditemukan ada ASN yang menitip absen padahal yang bersangkutan tidak hadir atau kesiangan. Sekda yang dilantik pada 2015 lalu ini memberikan sanksi kepada ASN yang tidak apel. “Padahal upacara Hari Kesaktian Pancasila itu hanya sekali dalam setahun,” tandas Urip, Senin (2/10).

Dengan adanya sidak absensi itu, Urip berharap, para ASN berpikir untuk lebih giat lagi bekerja. Apalagi, apel merupakan salah satu indikator kenaikan pangkat.

Untuk itu, ia memerintahkan untuk memotong tunjangan penambah penghasilan (TPP) ASN yang menitip absen. “Dengan catatan harus ada rumusan yang jelas dan sesuai aturan yang jelas terkait pemotongan TPP itu sebagai efek jera bagi ASN yang tidak disiplin,” ujarnya.

Urip mengatakan, sebagai pembina kepegawaian, ia berkewajiban membina para ASN yang ada di Pemkot. “Yang jelek harus menjadi baik. Yang baik harus lebih baik lagi,” tuturnya. Ia berharap, sidak absen yang dilakukannya kemarin dapat memberi dampak positif bagi kinerja ASN Pemkot.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang R Noer Iman Wibisana mengungkapkan, dari 1.200 pegawai non guru di Pemkot, sebanyak 511 orang tidak hadir pada apel yang dipimpin Wakil Walikota Serang Sulhi itu. “Yang namanya dicoret karena secara fisik tidak ada, ada 10 orang,” ungkapnya.

Kata dia, data pegawai yang tidak hadir akan disampaikan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Serang untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Perwal. Mulai bulan depan, TPP pegawai yang kerap mangkir apel akan dipotong. (Rostinah/RBG)