ASN Wajib Beli Gabah Petani

SERANG – Pemkab Serang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli gabah petani lokal. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jual gabah di Kabupaten Serang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sudah memerintahkan kepada seluruh ASN untuk membeli gabah petani lokal. “Jadi, Ibu (menyebut Bupati Tatu-red) ada program pembelian beras oleh PNS (ASN-red), nah ini yang akan dibeli, gabah dari produksi Kabupaten Serang,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Minggu (11/3).

Zaldi mengatakan, dengan program itu setiap bulannya ASN akan disediakan beras untuk kualitas medium hingga premium untuk kebutuhannya. Selain itu, juga untuk mempertahankan stabilitas harga gabah petani lokal. “Beras petani juga bisa dijaga, dan tidak ke luar daerah,” terangnya.

Dikatakannya, program itu nantinya melibatkan Koperasi Gemah Ripah dan Komunitas Penggilingan Padi dan Jagung. Pemkab sengaja tidak melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lantaran masih fokus untuk produksi jagung. “Kalau MoU (memorandum of understanding) dengan Koperasi Gemah Ripah itu di Maret ini, kalau Ibu Bupati inginnya program itu mulai di bulan April ini,” ujarnya.

Laki-laki berbadan tinggi ini mengatakan, produksi padi di awal tahun ini secara umum mengalami penurunan. Namun, penurunannya tidak signifikan dan tidak mengancam ketersediaan pangan di Kabupaten Serang. “Untuk tahun 2017, produksi padi mencapai 520 ribu ton lebih, itu surplus hingga 80 ribu ton. Untuk tahun ini belum bisa dipastikan berapanya,” terang Zaldi.

Menurut Zaldi, di tahun ini masih ada dua sampai tiga kali masa tanam padi. Biasanya, Kabupaten Serang selalu mengalami surplus minimal 50 ribu ton. “Jadi, kalau terjadi penurunan pun sebenarnya dari sisi ketersediaan pangan untuk wilayah Kabupaten Serang mudah-mudahan tidak bermasalah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komunitas Penggilingan Padi Serang Anis Fuad mengaku belum mengetahui tentang program itu. Namun, Anis mengaku akan mendukung program itu. “Kalau harganya cocok, kenapa tidak kita mendukung,” ujarnya singkat. (Rozak/RBG)