SERANG – Pajak kendaraan bermotor di Banten naik mulai 11 Maret lalu, Asosiasi Otomotif Banten (AOB) bereaksi. Organisasi berhimpun diler mobil itu merasa keberatan dengan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) naik dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen.  Karena itu, mereka memohon agar kebijakan itu diundur atau dilakukan secara bertahap agar diler melakukan penyesuaian harga, diskon, dan lainnya.

Ketua Asosiasi Otomotif Banten Tubagus Maarif mengungkapkan, pimpinan diler di Banten bertemu pada Rabu (13/3) lalu membahas dampak negaif PKB naik, baik terhadap konsumen maupun diler. Apalagi kondisi saat ini, penjualan kendaraan roda empat sedang lesu.

“Sampai sekarang juga surat pemesanan kendaraan dan pengiriman kendaraan juga masih minim,” kata Tubagus Maarif saat dihubungi Radar Banten, Jumat (15/3).

Pria yang akrab disapa Iif itu menuturkan, pihaknya menyayangkan sikap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten yang telat memberikan informasi kenaikan pajak. Para diler baru mengetahui pada 6 Maret 2019, sementara pajak naik pada 11 Maret 2019. Sosialisasi yang singkat, tidak ada waktu bagi diler melakukan penyesuaian terhadap program penjualan.

Saat ini masih ada beberapa diler yang menjual kendaraan tahun 2018 dan 2019 dengan harga lama. Jika mobil tersebut laku setelah pajak naik, diler bingung selisih kenaikan pajak akan dibebankan kepada diler atau konsumen. Untuk itu, AOB akan melakukan audiensi dengan Bapenda Provinsi Banten dalam waktu dekat ini.

“Kami akan mengirimkan surat terlebih dahulu untuk audiensi lebih lanjut,” katanya.

Sekretaris AOB Daru Harti menambahkan, para pimpinan diler mengaku keberatan karena penjualan bisa turun. Pajak naik menyebabkan harga jual naik.  “Misalnya untuk pajak pembelian Pajero Sport sekitar Rp12 juta,” katanya.

Ia berharap, Pemprov Banten mencari strategi lain untuk meningkatkan pendapatan daerah selain dari pajak kendaraan. “Potensi Banten cukup besar untuk otomotif, harusnya ada kemudahan bagi konsumen, bukan diperketat dengan kenaikan tarif pajak kendaraan,” katanya.

Ia berharap pertemuan AOB dengan Bapenda bisa menghasilkan keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Mulai Senin (11/3), Pemprov Banten menaikkan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen. Selain PKB, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) pertama juga mengalami kenaikan dari sepuluh persen menjadi 12,5 persen. Namun, tarif BBNKB kedua tetap satu persen. Dasar hukumnya adalah Perda 4 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah. (Susi K)