Astaga, Pelajar di Pandeglang Terlibat Perampokan

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono (tengah) menunjukan barang bukti hasil pencurian dengan kekerasan saat ekspose di Mapolres Pandeglang, Senin (20/8). Dari lima tersangka, dua di antaranya berstatus sebagai pelajar.

PANDEGLANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang mengamankan lima orang tersangka perampokan. Ironisnya, dari sejumlah tersangka tersebut ada pelaku yang berstatus sebagai pelajar.

Polisi merilis, lima orang tersangka antara lain KF (24) warga Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang; IS (22) warga Desa Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang; PAP (14) warga Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang; AA (18) warga Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang; serta RG (18) warga Desa Koroncong, Kecamatan Koroncong, Pandeglang.

Polisi menegaskan, kelima tersangka dijerat dengan pasal 365 KUH Pidana tentang Pencurian dengan Kekerasan dan pasal 363 KUH Pidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka diancam dengan hukuman diatas lima tahun kurungan penjara.

Selain itu, Satreskrim Polres Pandeglang juga berhasil mengamankan empat orang penadah yang biasa membeli hasil curian lima orang tersangka tersebut. Keempat orang itu berinisial K (36) warga Kampung Kalang Anyar Pasir, Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Pandeglang; S (54) warga Kampung Pasir Reungit, Desa Kaung Caang, Kecamatan Cadasari, Pandeglang; SR (33) warga Kampung Pasir Embe, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang; dan D (27) warga Kampung Pasir Embe, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong. Pandeglang.

Keempat orang itu dijerat dengan pasal 481/480 KUH Pidana tentang Tindak Pidana Penadahan dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa enam sepeda motor Yamaha Mio, satu sepeda motor Satria Fu, satu unit ponsel, satu pisau bergagang kayu warna cokelat sepanjang 25 sentimeter, dan satu celurit bergagang kayu berlapis kain.

Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Lutriyanto Amstono menerangkan, penangkapan para tersangka itu bermula ketika anggota Resmob Polres Pandeglang melakukan penangkapan terhadap PAP pada Sabtu (18/8) sekira pukul 01.00 WIB di Kampung Pasir Embe, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong. Dari keterangan PAP, lanjutnya, polisi kemudian mendapatkan beberapa nama yang ikut terlibat dalam aksi pencurian tersebut.

“Anggota Resmob Polres Pandeglang dibantu anggota Polsek Cadasari kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap KF di Kampung Calincing RT/RW 09/02 Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjungteja Kabupaten Serang pukul 01.00 WIB. Polisi kemudian melakukan pengembangan, sehingga para pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) lainnya dapat diamankan,” katanya usai ekspose di Mapolres Pandeglang, Senin (20/8).

Indra menerangkan, modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah dengan cara masuk ke dalam rumah warga dan mengancam korban dengan menggunakan celurit. “Kelima tersangka itu memiliki peran masing-masing. “KF, IS dan RG sebagai orang yang masuk ke dalam rumah korban dan mengancam korban dengan senjata tajam. Sedangkan PAP dan AA berperan sebagai penunjuk lokasi dan memantau situasi di rumah korban ketika ketiga temannya melakukan pencurian,” ujarnya.

Indra mengatakan, dari lima orang tersangka, dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMA di Kabupaten Pandeglang. “Ada anak-anak juga yang ikut melakukan aksi pencurian. Makanya, perlakuannya berbeda,” jelasnya.

Menurut Indra, para pelajar tersebut ikut mencuri karena diajak sama temannya. Dari hasil pencurian yang dilakukan itu mereka mendapat imbalan setelah hasil curiannya dijual. “Pasal yang kita kenakan untuk anak sekolah itu sama, cuma nantikan dari penanganannya berbeda, penahanan dia (anak pelajar-red) harus cepat,” katanya.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Pandeglang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Oka Nurmuliya Hayatman mengatakan, selain melakukan aksi pencurian dengan cara masuk ke dalam rumah warga, para pelaku juga pernah mencuri sepeda motor di Alun-alun Berkah Pandeglang. “Mereka juga mencuri motor di Alun-alun waktu bulan Ramadan kemarin. Kita juga telah melakukan pengembangan terkait kasus itu, agar kita bisa mengetahui masih ada pihak yang terlibat atau tidak,” katanya. (Adib F/RBG)