Astaga.. Sepanjang Tahun 2015, Ada 255 Kasus DBD di Kota Serang!

Net. ILUSTRASI

SERANG – Dikarenakan kepadatan pemukiman penduduk di Wilayah Perkotaan Kota Serang, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Serang mencapai 147 kasus, dari 255 kasus DBD secara keseluruhan di Kota Serang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Toyalis, mengatakan dari data yang dimilikinya penyebab angka DBD di wilayah Kecamatan Serang dikarenakan genangan air di tengah kepadatan pemukiman warga.

“Sampai dengan triwulan ketiga jumlah kasus DBD yang diterima kami secara keseluruhan sudah mencapai 255 kasus. Yang paling banyak ditemukan di daerah padat penduduk yakni Kecamatan Serang yakni mencapai 147 kasus. Disusul Kecamatan Walantaka 19 kasus, kemudian Taktakan 18 kasus, Kasemen 13 dan Curug 10,” kata Toyalis kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/11/2015).

Toyalis menjelaskan, data tersebut didapat sebelum musim penghujan tiba. Sehingga, ia berharap tidak ada penambahan kasus sampai laporan secara keseluruhan pada akhir tahun ini, kendati baru memasuki musim penghujan, karena memang, secara akumulisi laporan tahun 2014 lalu, secara keseluruhan mencapai sekitar 300 kasus DBD.

“Dari jumlah yang tersebar di enam kecamatan tersebut, belum masuk pada kejadian luar biasa (KLB-red) dan tidak ada korban jiwa. Musim hujan, banyak air tergenang di mana-mana. Nyamuk aedes aegypti alias nyamuk demam berdarah pun kegirangan karena banyak media yang bisa mereka jadikan tempat berkembang biak,” katanya.

Selain itu, tambah Toyalis selama tahun 2015 juga, penyakit yang biasa timbul di saat musim hujan pendatang yakni Penyakit Diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk kasus Diare ada 6.781 kasus dan ISPA 13.655 kasus.

“Untuk mengatisipasi itu, kami sudah banyak melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat melakukan kerja bakti melakukan bersih-bersih lingkungan dan sekarang ini diimbau agar masyarakat mengurai genangan-genangan air,” katanya. (Fauzan Dardiri)