ASTRA Tol Tangerang-Merak Musnahkan Tangga untuk Naik Turun Penumpang Bus di Tol

0
2294
Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono bersama Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo dan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Ranto Parlindungan membakar tangga yang biasa digunakan warga untuk memasuki tol.

SERANG – ASTRA Tol Tangerang-Merak melakukan pemusnahan barang hasil operasi bersama kepolisian dalam penindakan pelanggar di Jalan Tol Tangerang-Merak, di halaman Kantor Serang Timur, Senin (29/3). Barang bukti tersebut salah satunya berupa tangga yang digunakan pelanggar untuk memasuki Tol Tangerang-Merak dan termos yang digunakan pedagang asongan untuk berjualan di dalam jalan tol.

Sejak Februari, ASTRA Tol Tangerang-Merak menggelar operasi gabungnan bersama pihak kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Badan Pengatur Transportasi Darat (BPTD). Operasi gabungan ini merupakan rangkaian kegiatan gerakan jalan tol bebas hambatan yang digagas ASTRA Infra.

Hingga saat ini gerakan jalan tol bebas hambatan telah menindak 215 pelanggaran di Tol Tangerang-Merak, baik berupa penilangan, penyitaan identitas, maupun penyitaan barang bukti yang digunakan pelanggar, seperti tangga dan termos.

“Pemusnahan barang bukti ini sebagai bentuk keseriusan kita dalam penindakan pelanggaran di jalan tol, dan tentunya kegiatan akan terus berlangsung selama pelanggaran masih ada,” jelas Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Kris Ade Sudiyono.

Kris Ade memastikan, kegiatan operasi ini tidak akan berhenti dan akan terus dilakukan selama pelanggaran masih ada. Penindakan ini sendiri merupakan penerapan dari sistem 3E (Education, Engineering, dan Enforcement) yang dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak dalam upaya meminimalisir pelanggaran di Jalan Tol Tangerang-Merak.

Kris Ade berharap dukungan kepada pihak berwenang, terutama terkait penindakan kepada para pelanggar yang telah merusak aset tol, seperti perusakan pagar pembatas jalan tol, yang dilakukan pelanggar untuk memasuki tol. Penindakan ini sesuai Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan. Di dalamnya terdapat sanksi tegas bagi yang melanggar.

Tak berhenti pada penindakan, Kris Ade mengungkapkan bahwa ASTRA Tol Tangerang-Merak juga berencana memetakan akar masalah pelanggaran di jalan tol ini melalui pemetaan sosial. “Karena kita juga sadar bahwa pandemi ini, sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat, sehingga banyak yang terpaksa berjualan di jalan tol untuk mencari penghidupan. karena itu kita perlu mencoba pendekatan dari berbagai sisi, termasuk pendekatan dari sisi sosial,” ungkapnya.

Sebelum melakukan penindakan, ASTRA Tol Tangerang-Merak sendiri telah mengedukasi, dengan melakukan sosialisasi melalui media sosial, media massa, maupun melalui media luar, seperti spanduk, variabel message sign (VMS) yang tersebar di sepanjang Tol Tangerang-Merak akses masuk tol.

Selain itu, juga melakukan pengarahan secara langsung oleh petugas kepada masyarakat di titik-titik lokasi rawan pelanggaran, maupun kepada para pelanggar serta sosialisasi kepada para PO bus yang biasa mengangkut penumpang di tengah jalan tol.

Dari segi engineering, guna meminimalisiir pelanggaran naik turun penumpang (natupang), ASTRA Tol Tangerang-Merak terus berupaya memperbaiki pagar-pagar yang bolong, yang dirusak oleh pelanggar. Kemudian melakukan perkuatan dan peninggian pagar batu kali dan pagar kawat berduri, serta memasang pagar BRC. Bahkan menyita tangga yang kerap digunakan oleh pelaku naik turun penumpang sebagai akses keluar dan masuk tol.

Dengan kegiatan ini serta upaya yang sudah dilakukan, diharapkan sinergi dan dukungan semua pihak serta penegakan hukum yang tegas dapat meminimalisir pelanggaran di jalan tol. “Mudah-mudahan dengan adanya gerakan jalan tol bebas hambatan ini kesadaran masyarakat terkait keselamatan jalan dan kepatuhan hukum bisa meningkat sehingga bisa mengurangi potensi kecelakaan, serta membuat jalan tol lebih lancar, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan,” kata Kris Ade. (aas)