Atap Kelas Ambruk, 6 Siswi SMK Pustek Mitra Tigaraksa Terluka

Ilustrasi/ Radar Banten
Ilustrasi/ Radar Banten

TIGARAKSA – Sebanyak 12 siswi kelas II SMK Pustek Mitra Tigaraksa panik begitu mengetahui atap kelas mereka ambruk ketika sedang belajar, kemarin. Akibatnya, enam siswi terluka di bagian kepala dan kaki. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya, menjadi penyebab ambruknya atap sekolah yang berlokasi di Kampung Bolang RT 003/001, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa.

Dari informasi yang dihimpun Harian Radar Banten, peristiwa terjadi sekira pukul 08.05 WIB, saat itu siswa akan memulai kegiatan belajar mengajar. Baru saja, bel masuk berbunyi, salah satu siswa bernama Via mendengar adanya bunyi genteng jatuh.

Tiba-tiba Bruuk….! atap yang berangka baja itu roboh dan mengenai enam siswi yang tak mampu menyelamatkan ke luar ruangan. Panik, belasan siswi yang sudah berlari keluar mencoba menolong. Sayang, reruntuhan genteng disertai hujan, membuat mereka pingsan dan jatuh terpeleset.

Keenam siswa yang terluka yakni Via, Ina, Wulan dan Anita. Sedangkan, Diantika dan Nia mengalami pusing akibat benturan di kepala dan luka lecet kaki dan tangan. Mereka langsung dilarikan ke Klinik Puri Sehat, tidak jauh dari lokasi kejadian. ”Siswa dibawa keluar kelas. Yang terluka dibawa ke rumah sakit, kebanyakan luka di kepala,” kata Usman, salah satu guru di sana.

Usman mengatakan setelah peristiwa ini, seluruh siswa akhirnya dipulangkan pihak sekolah. Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar baru dilakukan Senin (29/12/2016). Siswa kelas II akan belajar di ruangan yang lain. ”Besok (hari ini-red) sudah ada pembersihan puing-puingnya,” katanya.

Dijelaskan dia, bangunan yang ambruk terakhir direnovasi tahun 2010. Untuk spesifikasi bangunan merupakan bangunan lama dan yang direnovasi adalah atapnya saja. Sedangkan yang ruangan lain tidak mengalami kerusakan. ”Ya, itu sudah kita lakukan pengamanan dengan mengunci ruangan agar siswa tidak bermain ke sana,” terangnya.

Diketahui, ruang yang ambruk merupakan kelas jurusan Administrasi Perkantoran. Semua murid yang belajar adalah perempuan. Diketahui, rangka baja yang tidak kuat menahan beban genteng membuatnya runtuh. Sebelumnya pihak guru sudah meminta agar genteng diganti dengan genteng metal, namun pihak Yayasan tak mengindahkan.

Dari pantauan Harian Radar Banten di lokasi, ambruknya atap tersebut menyebabkan sejumlah alat belajar seperti papan tulis dan lemari rusak. Pihak sekolah belum menghitung jumlah kerugian. Mereka hanya diminta berjaga agar siswa lain tak mendekati daerah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Ipda Apip R membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, ke enam siswa telah dipulangkan. ”Semuanya sudah kondusif. Mereka hanya luka ringan saja dan sudah dipulangkan dari klinik. Tapi masih ada yang syok dan akan libur untuk beberapa hari.” pungkasnya saat dihubungi via telepon seluler. (RB/mg-20/asp)