Atasi Kemacetan, Flyover Bakal Dibangun di Krenceng

Karyawan mengendarai motor melintas di perlintasan kereta api Krenceng, Kecamatan Citangkil, Rabu (5/9). Untuk menghindari kemacetan rencananya akan dibangun flyover.

CILEGON – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun flyover di atas perlintasan kereta api Krenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil. Flyover itu dibangun sebagai solusi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di perlintasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, saat ini Kementerian PUPR telah menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). “Bahkan saya inginnya bukan di Krenceng aja, di PCI, pokoknya yang bottlenecking-bottlenecking, cuma satkernya baru bikin yang itu,” ujar Edi seusai menghadiri acara KNPI Kota Cilegon di kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (5/9).

Edi melanjutkan, penyusunan dokumen itu akan ditindaklanjuti dengan penyusunan feasibility study (studi kelayakan). Menurut Edi, Pemkot Cilegon akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR agar program itu benar-benar terealisasi. “Sementara Pemerintah Kota Cilegon akan meningkatkan koordinasi dengan PT KAI untuk menjaga kondisi keamanan di pintu perlintasan kereta api,” ujarnya.

Edi mengaku belum mengetahui realisasi pembangunan fisik flyover. Hal itu menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Namun ia berharap agar pembangunan  bisa segera dilaksanakan mengingat sangat penting bagi pengguna jalan yang menuju kawasan Anyar, Kabupaten Serang, maupun sebaliknya.

Menurut Edi, setiap akhir pekan atau hari libur jalur itu selalu dipadati oleh lalu lintas baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Kemacetan tidak bisa terhindar dengan tingginya jumlah kendaraan yang melintas. “Lihat kalau Sabtu atau Minggu, kalau enggak ada JLS (Jalan Lingkar Selatan) gimana?” kata Edi.

Pantauan Radar Banten di lokasi, Rabu (5/9), lapisan aspal di area dalam maupun luar rel kereta dalam keadaan rusak dan membuat kondisi lintasan tidak rata. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya kerikil.

Berbagai macam kendaraan, seperti truk, angkutan umum, mobil pribadi, dan sepeda motor banyak melintas di jalur itu. Kendaraan-kendaraan itu terlihat menurunkan kecepatan saat melintas. Selain itu, pengemudi terlihat berhati-hati memilih area jalan agar tidak terbentur atau tersangkut rel kereta. Pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor terlihat lebih berhati-hati. Ada yang harus menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan.

Rozak, pedagang aksesoris motor dan berbagai macam kunci yang berada tidak jauh dari perlintasan itu menuturkan, banyak pengguna jalan yang membawa motor jatuh akibat terbentur rel kereta. “Paling parah itu pas hujan, kan licin yah jalan sama relnya itu Pak, banyak yang jatuh jadinya,” ujar Rozak.

Sejauh ini menurutnya belum ada korban jiwa akibat kecelakaan di perlintasan, tetapi jika dibiarkan tidak mustahil menelan korban jiwa mengingat banyak kendaraan besar milik industri yang melintas bersamaan dengan pengguna motor. “Jangankan motor, bus saja ada yang pernah ngoser Pak di situ,” katanya.

Salah satu warga Kecamatan Ciwandan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, perlintasan itu cukup berbahaya karena kondisi jalan yang rusak dan licin saat hujan. Sementara saat musim kemarau perlintasan itu berdebu.

Perempuan yang bekerja sebagai petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon itu memahami kondisi perlintasan karena setiap hari bertugas membersihkan jalan di sepanjang jalur itu. “Kalau motor jatuh setiap hari mah ada itu,” ujarnya di sela-sela bekerja membersihkan jalan.

Sambil memegang sapu lidi dan mengenakan pakaian petugas kebersihan dengan logo Lingkungan Hidup, ia berharap agar jalan segera diperbaiki oleh pemerintah agar tidak memakan korban jiwa. “Ngeri saya juga Pak, kan setiap hari lewat situ,” ujarnya. (Bayu M/RBG)