Ati Masih Bisa Dilantik Sebagai Wakil Walikota

Bila Semua Parpol Rekomendasikan Dua Calon

Ratu Ati Marliati

CILEGON – Harapan Ratu Ati Marliati untuk menjadi wakil walikota Cilegon definitif masih terbuka. Hal itu bila seluruh partai politik (parpol) koalisi pengusung Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi pada Pilkada Kota Cilegon 2015 merevisi surat rekomendasi dukungannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Biro Pemerintahan pada Pemerintah Provinsi Banten Gunawan Rusminto, kepada Radar Banten, Minggu (26/5). Menurutnya, berdasarkan surat dari Kemendagri Nomor: 132.36/2751/OTDA, tertanggal 15 Mei 2019. Kemendagri meminta berkas usulan pelantikan Ati dilengkapi dengan surat rekomendasi dari parpol pengusung yang ditandatangani oleh seluruh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai pengusung.

Kemudian, dalam setiap surat itu harus merekomendasikan dua nama calon wakil walikota Cilegon sesuai dengan ketentuan Pasal 176 ayat 2 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. Pada kelengkapan berkas sebelumnya, hanya ada tiga partai yang memberikan surat rekomendasi, yaitu Golkar, NasDem, dan PDI Perjuangan.

Sayangnya, ketiga partai itu pun dianggap salah karena hanya mencantumkan satu nama calon dalam suratnya. “Golkar dan NasDem hanya merekomendasikan Ati, sementara PDIP hanya merekomendasikan Reno Yanuar,” jelas Gunawan.

Kata Gunawan, sesuai arahan dari Kemendagri, satu saja partai koalisi yang tidak memberikan surat rekomendasi dengan mencantumkan dua nama calon wakil walikota, maka proses usulan pelantikan wakil walikota Cilegon tidak bisa dilanjutkan.

“Harus semuanya dong karena aturannya berbicara seperti itu,” tutur Gunawan.

Gunawan mengaku sudah menyampaikan persoalan itu kepada Walikota Cilegon Edi Ariadi untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh pihak-pihat terkait. “Tidak ada batasan sampai kapan berkas itu harus dilengkapi,” ujarnya.

Dilanjutkan Gunawan, revisi kelengkapan berkas usulan pelantikan Wakil Walikota Cilegon itu tidak memengaruhi hasil pemilihan yang telah dilakukan di DPRD Kota Cilegon. Hasil pemungutan suara yang memenangkan Ati dianggap tidak hangus atau sah, sehingga tidak harus mengulang proses pemungutan suara. “Hanya melengkapi surat dari parpol saja,” ujar Gunawan.

Pemprov Banten, menurut Gunawan, telah berkali-kali melakukan komunikasi dengan Kemendagri perihal usulan pelantikan tersebut. Namun, upaya komunikasi itu tidak akan membuahkan hasil yang baik jika tidak dilengkapi dengan kelengkapan administrasi.

Sebelumnya, Asda I Kota Cilegon Taufikurohman pun menjelaskan hal senada dengan Gunawan. Menurut Taufik, Kemendagri hanya meminta kelengkapan berkas usulan pelantikan. Namun, belum adanya surat rekomendasi dari DPP parpol tidak memengaruhi hasil pemungutan suara. “Persoalan kaitan dengan pemilihan sudah selesai, artinya, itu mah sudah sah, perbaikan berkas tidak memengaruhi hasil pemilihan,””ujar Taufik.

Merespons adanya surat dari Kemendagri melalui Pemprov Banten tersebut, menurut Taufik, selanjutnya walikota Cilegon akan menyikapi hal itu dengan melakukan komunikasi bersama DPRD Kota Cilegon.

Diketahui, DPRD Kota Cilegon memilih wakil walikota pada 12 April 2019. Ada dua kandidat, yakni Ratu Ati dan Reno Yanuar. Dari 34 anggota DPRD, Ati meraih 28 suara dan Reno enam suara. Belakangan, Kemendagri mengembalikan berkas permohonan pelantikan Ati karena syarat pencalonan dianggap tidak lengkap. (bam-ibm/ira)