SERANG-Setelah resmi ditetapkan sebagai cabang olahraga (cabor) tambahan yang akan dipertandingkan pada multi event terbesar Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020, tim arung jeram Banten langsung menggeber pemusatan pelatihan. Tim arung jeram Banten menggelar persiapan di Sungai Ciberang, Cipanas, Lebak agar kualitas atlet pada saat Pra-PON 2019 tampil optimal.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Banten AKBP Agus Rasyid mengatakan, peningkatan intensitas latihan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas, namun lebih kepada menjaga performa tim agar tetap stabil. “Kalau dari sisi kualitas, kami rasa sudah lumayan bagus karena anak-anak tetap menjalani altihan rutin meski ada atau tidaknya event. Tapi setelah ditetapkan akan dipertandingkan di PON, volume latihan otomatis secara bertahap akan ditingkatkan agar performa atlet semakin matang,” kata Agus kepada Radar Banten, Kamis (3/5) sore.

Agus menambahkan, sebagai tolok ukur kesiapan menghadapi Pra-PON 2019, Pengprov FAJI Banten akan menerjunkan atletnya pada dua event nasional. Yakni Kejurnas Arung Jeram 2018 di Kalimantan Timur, Agustus mendatang dan kejuaraan terbuka di Aceh, November nanti. “Kami akan lihat perkembangan kualitas atlet di dua event tersebut. Apapun hasil di event tersebut akan menjadi bahan evaluasi kita bersama jelang menghadapi Pra-PON 2019,” tegas Perwira Menengah Polri itu.

Bila melirik kebelakang, optimisme tinggi Pengprov FAJI Banten meraih prestasi terbaik di Bumi Cendrawasih sangat beralasan. Sederet prestasi nasional hingga internasional mampu diraih tim arung jeram Banten. Bahkan tim arung jeram Banten selalu mampu membawa pulang medali ke Tanah Jawar di setia event yang diikuti. “Di PON nanti cabor arung jeram akan memperebutkan 16 keping medali emas. Banten memiliki kans minimal meraih tiga keping medali emas. Kans kita ada di nomor heat to heat (putra/putri), slalom (putra/putri), dan sprin (putra/putri). Kami yakin mampu menjadi bagian prestasi kontingen Banten di Papua nanti,” tandas Agus.

Sementara itu, Pelatih Arung Jeram Banten, Herman menyatakan, melihat semangat yang luar biasa pada semua atlet, ia mengaku tidak menemukan kesulitan pada saat menerapkan menu latihan meski tergolong berat. “Semangat anak-anak dalam berlatih semakin menggebu-gebu pasca ditetapkan setelah resmi diputuskan akan dipertandingkan di PON. Dari raut wajah mereka sangat terlihat sekali optimisme dan percaya diri dalam menjalani latihan. Mereka semua meimiliki tekad, kemauan, dan semangat. Saya melihat atlet arung jeram Banten memiliki semua itu. Makanya seberat apapun latihan yang diberikan, semua dilakoni dengan sempurna. Untuk saat ini kami fokus ke mempertajam catatan waktu di kelas sprint,” ujarnya singkat. (dre/ags/RBG)