Atlet Banten Raih Medali Emas di Athletics Singapore Open

Atlet atletik Banten Budiman Holle sukses meraih medali emas di kejuaraan Athletics Singapore Open 2018 yang berlangsung di National Stadium Singapore, Senin (15/4). FOTO: PENGPROV PASI BANTEN

SERANG – Atlet atletik Banten Budiman Holle sukses mengibarkan bendera Merah Putih di ajang kejuaraan atletik internasional yang bertajuk Athletics Singapore Open 2018. Budiman yang turun di nomor lari 1.500 meter sukses meraih medali emas usai membubuhkan catatan waktu terbaik 03 menit, 57 detik. Disusul di posisi kedua dan ketiga adalah atlet asal Filipina.

Hasil ini tentunya memberi sinyal positif dan sekaligus kepercayaan bagi Budiman jelang tampil di multi event Asian Games 2018, Agustus mendatang. Bagaimana tidak, peraih medali emas nomor lari 800 meter pada PON XIX Jawa Barat 2016 baru saja pulih dari cedera panjang. Bahkan performa Budiman sempat turun drastis sepanjang 2017 akibat cedera tersebut.

Budiman yang dihubungi Radar Banten, kemarin (17/4), mengaku puas dan bangga dengan hasil di Singapura tersebut. Hasil ini membuktikan kalau ia masih mampu bersaing menuju podium juara. “Alhamdulillah, saya sempat khawatir apakah bisa tampil maksimal di Singapura Open atau tidak,” katanya, kemarin

“Jujur saja, cedera yang membelit saya sepanjang 2017 sempat memberi rasa trauma dan pesimistis. Namum, perlahan saya berusaha bangkit dan kembali menemukan penampilan terbaik. Ini sebuah motivasi yang sangat luar biasa dan membuat saya kembali percaya diri. Seolah-olah saya terlahir kembali,” imbuh Budiman.

Dia menambahkan, hasil ini sekaligus memberi garansi baginya untuk tampil bersama tim nasional atletik Indonesia di ajang Asian Games 2018. “Event ini sekaligus menjadi ajang tryout tim Pelatnas Atletik Asian Games. Medali emas yang saya raih menjadi garansi langsung untuk saya tampil di Asian Games nanti,” imbuhnya.

Meski berhasil meraih medali emas di Singapura, tapi ia mengaku itu belum merupakan penampilan terbaiknya. “Saya yakin masih bisa lebih baik lagi. Saya pelakunya langsung dan saya yakin bisa menoreh catatan waktu lebih baik lagi. Asian Games akan menjadi ajang tertinggi saya di level internasional. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut,” tegas pria yang juga Anggota Grup 1 Kopassus, Taman, Serang.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PASI Banten Asep Suhara menyatakan, hasil ini menunjukkan kualitas Budiman masih terjaga dengan baik. “Kami tidak muluk-muluk, Budiman masih menjadi bagian rencana jangka panjang PASI Banten untuk meraih medali emas di PON Papua 2020. Bahkan kami berharap lebih dari Budiman di Papua nanti. Kalau di PON XIX Jawa Barat 2016 Budiman bisa menyumbang dua medali, yakni medali emas (nomor lari 800 meter) dan medali perunggu (nomor lari 1.500 meter), di Papua nanti keduanya harus medali emas,” ucapnya.

Selain mengandalkan Budiman, pihaknya yakin prestasi atletik Banten di PON XX Papua 2020 akan mengalami peningkatan. “Kami berbicara data karena atletik itu olahraga terukur. Tanpa pembinaan, tidak mungkin bisa meraih prestasi,” katanya.

Saat ini pihaknya memiliki atlet potensial yang diprediksi mampu menoreh tinta emas di PON Papua. Sebut saja Maesaroh (lompat jauh dan lompat jangkit) yang merupakan peraih medali emas di Pomnas 2017 dan Siti Junaenah (lompat tinggi dan lompat jauh) yang merupakan peraih medali perunggu Popnas 2017. “Kami ingin membuat kejutan seperti di PON lalu. Tanpa diunggulkan, tapi bisa mempersembahkan prestasi bagi kontingen Banten,” tandas Asep. (Andre AP/RBG)