Pengurus dan atlet paralayang Banten diterima kedatangannya oleh Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Jumat (27/7).

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Banten menyampaikan hasil prestasi kejuaraan dunia dan Asia 2018 yang telah diikutinya pada 13-15 Juli, di Kota Batu, Jawa Timur. Secara langsung hasil tersebut dilaporkan oleh Pengprov Paralayang Banten kepada Ketua KONI Provinsi Banten Rumiah Kartoredjo, di Aula KONI Banten, Jumat (27/7).

Ketua Pengprov Paralayang Banten AKP Asep Renggana mengatakan, cabang olahraga (cabor) paralayang, Banten berhasil meraih medali emas dan perak dalam kejuaraan dunia dan Asia 2018. Terutama dari kelas ketepatan mendarat. Areng, sapaan akrab Asep Renggana mengaku akan berupaya agar prestasi tersebut dapat ditularkan kepada atlet usia muda.

“Kita akan terus melakukan pembinaan dan regenerasi atlet. Karena sebagian juga atlet paralayang ini yang usianya sudah di atas. Maka itu kami akan terus mempersiapkan junior-juniornya untuk menggantikan posisi seniornya,” ujarnya.

Selain niatan melaporkan hasil kejuaraan, Areng menjelaskan kedatangannya dengan mengajak serta para pengurus, dan atlet senior juga junior itu sebagai silaturahim. Kata dia, dari 26 atlet paralayang, 18 orang diantaranya merupakan wajah baru. Regenerasi atlet menjadi tujuan.

“Sebagian juga atlet paralayang ini sebagaian ada yang usianya sudah di atas. Maka itu kami akan terus mempersiapkan junior-juniornya untuk menggantikan posisi seniornya,” katanya.

Areng juga mengungkapkan mengenai latihan yang yang harus dijalani oleh atlet paralayang. Kata dia, selama ini Paralayang Banten selalu berlatih di luar Provinsi Banten. Berpindah-pindah lantaran Banten tidak memiliki lokasi strategis sebagai tempat latihan.

“Biasanya kita di Puncak, Bogor. Kadang di Sumedang, dan juga bisa ke Garut. Bahkan bisa ke luar Pulau Jawa. Tapi atlet kan harus berlatih setiap hari, agar performanya tidak berubah untuk meraih prestasi,” katanya.

Ketua KONI Banten Rumiah menyimak dan memberi nasihat atas laporan yang telah diterimanya secara langsung tersebut. Ia mendukung cabor paralayang untuk terus berprestasi. Tapi juga Rumiah menegaskan agar latihan yang dijalankan tidak meninggalkan kewajiban. Sekolah bagi pelajar dan mencari nafkah bagi yang sudah berumah tangga.

Terkait tempat latihan yang masih nomaden, Rumiah mengimbau agar mencari lokasi di Banten yang kondisinya tidak jauh berbeda dari tempat latihan tujuan selama ini. “Coba dicari-cari di Banten. Nanti kalau ada yang pas, kami akan membantu agar mendapatkan akses dan perizinannya,” tuturnya. (rbs/ibm/ags/rbg)