Suasana berlangsungnya kejuaraan dunia dan asia 2018 yang di selenggarakan di Kota Batu, Jawa Timur pada 13-15 Juli lalu.

SERANG – Atlet Banten kembali menunjukan prestasinya. Melalui cabang olahraga (cabor) paralayang, Banten berhasil meraih medali emas dan perak dalam kejuaraan dunia dan asia 2018 yang di selenggarakan di Kota Batu, Jawa Timur pada 13-15 Juli lalu. Prestasi ini tentunya membuat bangga bagi pemerintah dan masyarakat Banten.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Banten, AKP Asep Renggana mengaku bersyukur atas raihan prestasi yang di dapat pada kejuaraan itu. Tidak mudah bagi Banten bersaing dengan para peserta lainnya, tapi melalui keuletan dan semangat latihan yang rutin dijalankan medali tersebut dapat dipersembahkan untuk Banten.

Areng, sapaan akrab Asep Renggana mengaku akan berupaya agar prestasi ini dapat ditularkan kepada atlet usia muda. ”Kita akan terus melakukan pembinaan. Regenerasi atlet. Karena sebagian juga atlet paralayang ini yang usianya sudah di atas. Maka itu kami akan terus mempersiapkan junior-juniornya untuk menggantikan posisi seniornya,” ujarnya, saat dihubungi Radar Banten melalui telepon seluler, Selasa (17/7).

Areng menjelaskan, pada kejuaraan dunia dan Asia 2018 itu, Pengprov Paralayang Banten mengirimkan sebanyak delapan atlet. Namun, seorang atlet di antaranya masuk ke pelatnas. Sehingga dalam satu tim yang berangkat terdiri dari tujuh atlet. Pada ajang tersebut, atlet Banten mengikuti kelas ketepatan mendarat.

Sebelum mengikuti kejuaraan tersebut, atlet Banten juga telah mengikuti Kejuaraan nasional belum lama ini yang juga meraih medali. Usai mengikuti dua kejuaraan itu, Areng mengaku masih mengevaluasi untuk melakukan perbaikan kedepannya. “Sementara ini kita memperbaiki dulu hasil evaluasi kemarin. Walaupun raihannya bagus, tapi kan tetap harus ada perbaikan. Supaya bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” tuturnya.

Areng mengaku, dua kejuaraan yang telah berlangsung itu diharapkan dapat menambah bekal ilmu bagi atlet Banten untuk mengikuti kejuaraan yang lebih bergengsi. “Insya Allah atlet Paralayang Banten juga main di Asian Games karena kan sudah masuk ke pelatnas,” katanya.

Selain Asian Games, Paralayang Banten juga memusatkan perhatiannya untuk menghadapi Pra-PON 2019 mendatang. “Pra-PON targetnya lolos. Sehingga pada saat PON, minimal kita dapat mempertahankan raihan prestasi saat PON lalu di Jawa Barat. Tapi kita tetap berharap dapat lebih,” tuturnya. (rbs/sr/ags/RBG)