Atlet Pelatnas Panahan Jajal Lapangan Tangerang

Atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2019 cabang olahraga panahan menjalani latihan di Lapangan Perpani Kota Tangerang, Senin (27/5).

TANGERANG – Timnas Panahan Indonesia menggelar latihan di lapangan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tangerang. Lapangan tersebut dipilih menjadi lokasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) agar atlet berlatih membidik dengan adangan angin.

Lapangan Perpani Kota Tangerang itu digunakan selama dua hari sejak Senin (27/5) hingga Selasa (28/5). Timnas besutan Nurfitriyana Saiman memilih Lapangan Perpani Kota Tangerang bukan tanpa alasan. Lapangan Panahan Cijantung, Jakarta Timur, yang biasa digunakan tertutupi tanggul.

“Informasinya di Lapangan Batalyon Kavaleri 7 itu tidak ada angin karena posisi lapangan di kelilingi tanggul. Kebetulan pelatih panahan timnas tahu ada lapangan panahan di Kota Tangerang dan anginnya lumayan kencang makanya pilih di sini,” kata pelatih panahan Banten Jaja, Senin (27/5).

Latihan itu untuk menyambut SEA Games 2019 yang bakal berlangsung 30 November hingga 11 Desember di Filipina. Timnas panahan Indonesia bahkan telah menggeber pelatnas sejak dua bulan lalu. Kini, latihan atlet telah memasuki program pra kompetisi.

“Semua, saat ini, lebih banyak mematangkan teknik dengan melakukan skoring,” jelas pelatih pelatnas panahan Nurfitriyana Saiman.

Perpani juga telah menyeleksi atlet dari 56 pemanah menjadi 24 orang, kemudian dipilih kembali menjadi 16 atlet panahan terbaik. “Komposisinya 60 sampai 70 persen atlet dengan wajah-wajah lama di antaranya Riau Ega Aghata Salsabila, Diananda Choirunisa, Titik Kusumawardani, Sri Ranti, hingga Prima Wisnu Wardhana. Sementara, sisanya atlet muda seperti Asiefa Nur Haenza dan Arif Dwi Pangestu,” kata manajer tim panahan Tofan Tri Anggoro.

Sementara itu, latihan keras yang dijalani atlet panahan untuk tampil di SEA Games membuat Pengurus Pusat Perpani sesumbar mematok target juara umum di SEA Games 2019.

“Target kami di SEA Games juara umum. Saya optimistis karena atlet baru pun nilainya sangat kompetitif, setiap latihan sepekan dua kali, kami ambil nilai dan itu tidak selalu pemain lama nilainya tinggi. Beberapa kali pemain baru juga dapat nilai tinggi jadi saya yakin,” ujar lelaki yang juga menjabat Kabid Binpres Perpani itu. (rbs/nda/ira)