Atlet Popnas Banten Jalani Pelatda

Djajuli Khasan

SERANG –  Pemusatan latihan daerah (pelatda) menghadapi Popnas XIV 2017 Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dimulai. Sebanyak 188 atlet dari 19 cabang olahraga (cabor) resmi yang akan ambil bagian pada multievent olahraga antar pelajar se-nasional ini tengah mematangkan persiapan melalui pelatda hingga menjelang pelaksanaan Popnas 11-22 September.

Ke-19 cabor itu yakni atletik, angkat besi, bulu tangkis, basket, voli indoor, voli pasir, gulat, judo, karate, pencak silat, panahan, renang, sepak bola, senam, sepak takraw, taekwondo, tarung drajat, tenis meja, dan tinju.

Kepala Bidang Olahraga Peningkatan Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten, Djajuli Khasan mengatakan, pelatda merupakan tahapan dalam membina atlet agar semakin berkualitas saat tanding pada Popnas nanti. “Pelatda sudah mulai sejak April dan berakhir sampai bulan Agustus di cabornya masing-masing,” ujar Djajuli.

Ia berharap 19 cabor ini dapat memaksimalkan pelatda dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, persaingan untuk merebut mahkota juara sangat ketat. “Harapannya agar berlatih dengan serius sesuai program yang telah dibuat oleh pelatihnya masing-masing. Melalui pelatda diharapkan kemampuan atletnya semakin matang baik dalam hal fisik, teknik, dan taktik. Sehingga harapan Banten masuk 10 besar di Popnas tahun ini terwujud,” kata dia.

Pelatih kepala angkat besi PPLP Banten M Yasin menyatakan, program pelatda telah berjalan sejak jauh-jauh hari. Ini dilakukan agar kemampuan atletnya meningkat. “Sebelum ada instruksi dari Dispora, kami sudah memulainya sejak tahun kemarin. Ini bukti komitmen kami dalam membina atlet untuk menggapai prestasi diberbagai kejuaraan termasuk di Popnas nanti,” ungkap Yasin.

Ia mengaku telah menyiapkan lima atlet angkat besi terbaiknya untuk Popnas tahun ini. Lima atlet ini merupakan sesuai kuota dari Dispora Banten. “Kelima atlet itu antara lain M Rikzy Juniansyah, M. Nandi, M. Alif Wildan Hanaf, Gunawan, dan Tubagus Dafi,” jelas eks peraih medali emas Sea Games 1990-an ini. (RBNN)