Atlet Sepatu Roda Banten Timba Ilmu ke Taiwan

Sherina Christi Utami
Atlet sepatu roda putri Banten Sherina Christi Utami beraksi pada babak Pra-PON beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

SERANG – Cabang olahraga (cabor) sepatu roda sukses meloloskan delapan atlet, yakni empat atlet putra dan empat atlet putri menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016. Bahkan, di Pra-PON beberapa waktu lalu, tim sepatu roda Banten meraih satu medali perak yang disumbang Sherina Christi Utami.

Kedelapan atlet yang lolos ke PON adalah Aryanto Kurniawan, Erik Primus, Calvin Leonardo, Aulia Abdul Gaffar, Rahma Osya Samudra, Sherina Christi Utami, Basyirah Putri Utami, dan Syarifa Amanda Putri.

Tidak ingin menjadi pelengkap di PON nanti, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) menggelar pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON. Bahkan, untuk meningkatkan prestasi di PON nanti dua atlet, yakni Sherina Christi Utami dan Aulia Abdul Gaffar serta satu pelatih, yaitu Dewantara Pandji Prasetio diutus ke Taiwan untuk menjalani training camp (TC) jangka panjang.

Manajer Sepatu Roda Banten Bambang Soepeno mengatakan, mengirim atlet TC ke Taiwan untuk mendongkrak prestasi di PON. Dua atlet yang dipilih dinilai memiliki kans lebih besar dari atlet lain untuk menggondol medali emas di PON nanti. “Kami menilai kualitas Sherina dan Aulia sudah bisa disejajarkan dengan atlet internasional. Kalau atlet lain masih level nasional. Karena keterbatasan anggaran, pengprov hanya bisa mengirim dua atlet dan satu pelatih saja ke Taiwan. Kami ingin mematangkan persiapan keduanya agar mampu meraih medali emas di PON nanti,” kata Bambang kepada Harian Radar Banten, Rabu (24/2/2016) sore.

Bambang menambahkan, pihaknya memilih menjalani TC di Taiwan lantaran Taiwan memiliki atlet juara dunia. “Kita ingin menimba ilmu dan pengalaman dari atlet Taiwan. Mudah-mudahan kualitas atlet kita semakin meningkat setelah menjalani TC di Taiwan,” imbuhnya.

TC di Taiwan, lanjutnya, akan berlangsung berberapa tahap. “Tahap pertama dimulai dari 16 Februari hingga 15 Maret 2016. Setelah itu anak-anak akan pulang untuk mengikuti ujian semester di sekolah masing-masing. Setelah itu kita masuk tahap kedua yang dimulai April hingga Juli 2016. Ini program jangka panjang untuk meningkatkan persaingan atlet sepatu roda Banten di PON nanti,” terang Bambang.

Sementara itu, Kepala Pelatih Sepatu Roda Banten Shinta Septerina menyatakan, meski tidak bertolak ke Taiwan untuk menggelar TC, enam atlet lainnya secara intens menjalani pelatda PON di Senayan, DKI Jakarta. “Kami melihat kualitas anak-anak terus menunjukkan grafis peningkatan. Performa anak-anak saat ini semakin membuat kami optimistis menghadapi PON. Kalau persaingan sudah pasti berat, tapi bagi kami tidak ada yang mustahil di PON nanti,” ucapnya.

Di atas kertas, dominasi atlet tuan rumah PON, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur diprediksi sulit dibendung. Namun, peluang atlet Banten untuk mencuri medali emas tetap masih terbuka lebar. “Di atas kertas, kami yakin sekali Serina dan Aulia mampu memberi yang terbaik. Mudah-mudahan ada medali emas di PON nanti,” tandas Shinta. (RB/dre/alt/dwi)