Atlet Tarung Derajat Banten untuk PON Fokus Taktik Bertanding

Tarung Derajat
Atlet tarung derajat Banten menjalani Pelatda PON di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, beberapa waktu lalu. (Foto: Andre AP)

SERANG – Pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan disambut sukacita oleh atlet cabor tarung derajat yang sedang menjalani pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON. Selain karena tiga petarung Banten bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang, program persiapan juga sudah melewati masa persiapan umum yang menekankan pada latihan fisik.

Program yang tengah dijalani atlet tarung derajat Banten saat ini lebih difokuskan pada persiapan yang bersifat teknik dan taktik bertanding. Jadi, latihan yang dilakukan juga tidak terlalu memforsir stamina atlet. Namun, sebagai adaptasi dengan suasana puasa, ketiga atlet Banten yang berlatih di Kota Tangerang sepekan awal puasa diberikan waktu libur.

Pelatih Tarung Derajat PON Banten Santoso mengatakan bahwa Abidin, Pujianto, dan Ghita Gemilang tetap diberikan program latihan individu yang ditujukkan untuk menata kemampuan fisik agar tetap konstan. “Mereka selain diwajibkan menjalani latihan fisik ringan, juga diberikan menu latihan yang akan kami terapkan pada saat kembali berlatih, pekan depan. Jadi, saat kembali latihan, Senin (13/6) nanti mereka sudah siap dengan materi yang kami berikan,” kata Santoso kepada Radar Banten, Jumat (10/6).

Santoso menambahkan, saat kembali berlatih bersama fokus pada latihan teknik dan taktik akan dikuatkan. Terutama untuk membenahi kemampuan yang masih terlihat lemah saat tampil pada tryout menghadapi petarung Sumatera Barat, Lampung, Daerah Istimewa Jogjakarta, dan Kalimantan Barat di Jogjakarta pada Mei lalu. “Saat itu atlet kami masih belum optimal dalam melepaskan pukulan dan tendangan. Padahal, senjata utama petarung di pertandingan adalah kemampuan melancarkan pukulan yang intens. Nah, teknik pukulan dan tendangan inilah yang akan terus kami latih agar semuanya bisa maksimal saat pertandingan nanti. Jadi, tendangan dan pukulan atlet akan kami latih agar semakin variatif,” imbuhnya.

Secara umum, pihaknya juga melakukan pembenahan individu pada petarung wanita Banten, Ghita Gemilang. Khususnya pada sisi insting petarung. Ghita dinilai masih belum memiliki spontanitas dalam melancarkan pukulan lanjutan. “Saat sudah sekali memukul musuh, Ghita lebih banyak kembali ke posisi bertahan. Padahal, dia memiliki kesempatan melepaskan pukulan lain yang bisa menghasilkan poin. Teknik ini akan kami benahi pada Ghita,” paparnya.

Sementara itu, Manajer Tarung Derajat PON Banten Ahmad Surahman menambahkan, pembenahan lain yang juga menjadi pertimbangan untuk dilakukan saat puasa ini adalah soal volume oksigen maksimal dalam tubuh (VO2max) yang terkait stamina atlet. “Tim pelatih memiliki target VO2max yang harus dicapai. Maksimal mencapai 50 poin dan untuk meraih poin tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah Lebaran. Saat ini VO2max atlet rata-rata berada di 43 poin, kami akan tingkatkan bertahap hingga jelang PON,” ucapnya. (Andre AP/Radar Banten)