Atlet Woodball Banten Tempati Peringkat Satu Dunia

Ahris Sumariyanto

SERANG – Atlet woodball Banten Ahris Sumariyanto menjadi tumpuan Banten untuk meraih tiket PON XX 2020 Papua.  Atlet asal Kota Tangerang Selatan tersebut saat ini menduduki peringkat satu dunia.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Woodball Association (IWbA) Banten Suhendar Wijaya, menjelaskan, peringkat satu dunia digenggam atlet andalannya sejak 2016-2018. “Itu jadi tolok ukur buat Ahris merebut tiket ke PON Papua,” kata Suhendar, Kamis (10/1).

Ia menjelaskan, pada kejuaraan dunia woodball yang dihelat di Thailand 2018 lalu, Ahris sukses mempersembahkan tiga medali yakni satu emas dari nomor tim beregu fariway, perak dari single stroke, dan perunggu dari double stroke. “Ketiga nomor itu adalah nomor andalannya. Saya yakin Ahris bisa merebut tiga emas dari nomor spesialisnya tersebut,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tidak semata menaruh harapan terhadap seorang Ahris.  Banten memiliki sejumlah atlet-atlet woodball terbaik lain, sebut saja Alvino dan Daniel Kaputing. “Alvino salah satu atlet masa depan Banten. Ia masih pelajar. Ia kami gadang-gadang bakal melanjutkan prestasi yang diukir Ahris,” ucapnya.

Suhendar mengaku masih menunggu jadwal pelaksanaan babak kualifikasi PON XX. Akan tetapi anak didiknya tetap digembleng dengan program latihan rutin yang dihelat di lapangan woodball Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), setiap akhir pekan Sabtu-Minggu.

Ia menyatakan, atlet Banten yang berlatih rutin di Pamulang sebagian besar masih diikuti oleh atlet-atlet Kota Tangsel. “Tapi sebagian besar yang latihan atlet Tangsel. Kalau dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Serang, dan Cilegon, masih latihan di lokasinya masing-masing,”katanya.

Ia menuturkan, program latihan bersama belum diagendakan karena jadwal pelaksanaan babak kualifikasi PON belum diputuskan oleh Pengurus Besar (PB IWbA). “Belum tapi nanti kalau sudah ada kepastian kita akan gelar latihan bersama sekalian seleksi atlet internal Banten. Kemungkinan lokasinya di Pamulang karena secara lapangannya memenuhi standar nasional,” tutur dia.

Suhendar menjelaskan, program latihan yang masih ditingkatkan oleh para atlet di antaranya teknik pukulan untuk finishing (penyelesaian akhir) memasukkan bola ke gawang di jarak pendek dan jarak jauh. “Dari beberapa kali kesempatan saat ikut kejuaraan tahun kemarin, jarak pendek dan jarak jauh masih sering meleset. Oleh karenanya, teknik pukulan finishing terus kita perbaiki lagi supaya teknik pukulannya benar dan hasilnya pun bolanya masuk ke gawang,” jelas dia.

Salah satu atlet woodball terbaik Banten, Ahris Sumariyanto, mengaku dirinya tetap berlatih rutin di Pamulang, Kota Tangsel. “Untuk menjaga perfoma fisik supaya tetap prima dan mengasah teknik agar tetap akurat,” ujar Ahris. (BRP/RBG)