Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo (kedua kiri) menerima rombongan KONI Kota Serang, Selasa (9/10). KONI Kota Serang menilai aturan yang diterapkan pada Porprov V tidak sesuai dengan pedoman KONI Banten.

SERANG – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang mengadukan banyaknya peraturan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 yang dinilai melenceng. Hal itu dikarenakan aturan yang diterapkan dianggap tidak sesuai dengan pedoman Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Banten.

Hal itu terkuak saat jajaran KONI Kota Serang mendatangi kantor KONI Banten yang terletak di Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (9/10) siang. Secara langsung KONI Banten selaku Steering Committee (SC) Porprov V Banten 2018 menerima kedatangan rombongan KONI Kota Serang.

Pantauan Radar Banten, rombongan KONI Kota Serang yang dipimpin  Deni Arisandi bersama Wakil Ketua III Zeka Bachdi. Mereka menyampaikan keluhannya kepada Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo yang didampingi jajarannya di Aula KONI Banten.

Ketua Umum KONI Kota Serang Deni Arisandi mengaku gerah dengan kesepakatan yang dilanggar oleh tuan rumah yakni Kabupaten Tangerang selaku Organizing Committee (OC). Deni menjelaskan kesepakatan yang dilanggar tersebut yakni buku pedoman, THB, proses pendaftaran atlet dari entry by sport, entry by number, dan entry by name. “Ini tidak sesuai dengan hasil RAT. Waktunya banyak yang molor,” ujarnya.

Apalagi, sambung Deni, khusus untuk keabsahan, katanya dikembalikan ke masing-masing pengurus provinsi (pengprov) olahraga. “Ini kan lucu. Di mana mana yang saya tahu, keabsahan itu harus orang yang independen. Kami ini pernah jadi tuan rumah Porprov IV. Jadi kami paham betul tahapannya seperti apa,” ucapnya.

Deni berharap Porprov V jadi ajang prestasi. Apalagi, KONI Banten dibebani target menduduki peringkat delapan besar saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2020 mendatang.“Bila seperti ini, bagaimana mau berprestasi. Saya harap jangan ada yang dilanggar lagi terutama soal keabsahan. Kami minta SC menyampaikan kegelisahan ini kepada tuan rumah,” harapnya.

Bila tak digubris atau masih banyak yang dilanggar, dirinya berjanji akan terus mencari keadilan. “Bila perlu kita adukan sampai ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI),” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo menuturkan, kegelisahan KONI Kota Serang ini sama dengan pihak SC. Rumiah mengaku akan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan oleh KONI Kota Serang. “Hal ini akan disampaikan kepada tuan rumah. Kita masih punya dua kali pertemuan dengan tuan rumah. Akan kita bahas terutama soal keabsahan. Saya tidak ingin dikembalikan kepada pengprov, harus independent. Saya juga sudah usulkan, kan bisa mengambil guru-guru olahraga yang ada di sana,” katanya. (rbs/ibm/ags)